Lompat ke konten utama

Info Kejadian Makassar

Tiga Siswa RHIS ke Madinah, Siapkan Generasi Qurani yang Memahami Al-Qur’an dari Bahasa Aslinya

MAKASSAR, INKAM — Ranu Harapan Islamic School (RHIS) kembali menunjukkan komitmennya, dalam membangun generasi Islam yang unggul dan berwawasan global.

Tiga siswa terbaiknya resmi diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi, untuk mengikuti program pembelajaran bahasa Arab dan pendalaman Al-Qur’an selama satu bulan.

Ketiga siswa tersebut adalah Muhammad Fayyaz Al Fath Mallempu Ramli, Muhammad Fayyaz Al Faid Mallempu Ramli dari jenjang SMP, serta Muhammad Fatih Diyaulhaq, siswa SMA RHIS.

Selama berada di Kota Madinah, mereka akan mendalami bahasa Arab, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap Al-Qur’an, di lingkungan yang menggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini menjadi bagian dari visi RHIS, dalam menghadirkan pendidikan Islam yang tidak hanya berfokus pada hafalan Al-Qur’an, tetapi juga membentuk peserta didik yang mampu memahami makna ayat-ayat suci secara langsung, melalui bahasa yang diturunkan Allah SWT.

Dewan Pembina Yayasan Ranu Prima, Muhammad Ramli Rahim (MRR), mengatakan, keberangkatan ketiga siswa tersebut merupakan investasi pendidikan jangka panjang, untuk melahirkan generasi Qurani, yang memiliki kompetensi bahasa Arab sekaligus wawasan keislaman yang kuat.

“Mohon doa ta semua, semoga balik dari Madinah mereka sudah fasih berbahasa Arab, dan bisa memahami Al-Qur’an secara baik dan benar tanpa harus diterjemahkan,” ujar MRR.

Menurutnya, pengalaman belajar langsung di Madinah, akan memberikan nilai yang jauh lebih besar dibandingkan pembelajaran bahasa Arab di ruang kelas.

Baca Juga  Dies Natalis ke-74 FH Unhas, Cetak Pendekar Hukum Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045

Interaksi sehari-hari dengan lingkungan berbahasa Arab, diyakini mampu mempercepat kemampuan komunikasi, sekaligus memperdalam pemahaman terhadap kandungan Al-Qur’an.

Lebih dari sekadar program belajar ke luar negeri, Muhammad Ramli berharap, ketiga siswa tersebut nantinya, menjadi pelopor lahirnya budaya belajar bahasa Arab yang lebih kuat di lingkungan sekolah.

Ilmu yang mereka peroleh di Madinah, diharapkan dapat ditularkan kepada siswa lainnya, sehingga manfaatnya semakin luas.

“Insya Allah, sebulan mereka di Madinah dan selanjutnya anak-anak RHIS akan dipimpin oleh mereka nantinya belajar di Madinah,” kata MRR.

Harapan tersebut menjadi bagian dari estafet ilmu yang ingin dibangun RHIS. Para siswa yang memperoleh pengalaman belajar di pusat peradaban Islam itu, diharapkan mampu menjadi inspirasi, sekaligus pembimbing bagi generasi berikutnya, untuk terus menuntut ilmu hingga ke tingkat internasional.

Melalui program ini, RHIS semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang mengintegrasikan penguatan karakter, pemahaman Al-Qur’an, penguasaan bahasa Arab, serta wawasan global guna mencetak calon pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan berilmu.

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah