INKAM, MAKASSAR – Debat terbuka kedua Pilkada Makassar 2024 berlangsung meriah di Hotel Fourpoint by Sheraton, Rabu (13/11/2024) pukul 13.00 WITA.
Acara yang disiarkan langsung oleh FAJAR TV ini, menjadi momen penting bagi pasangan calon (Paslon) untuk mengutarakan visi dan misi mereka dalam memajukan Kota Makassar.
Ketua KPU Makassar, Yasir Arafat, menyampaikan harapannya, agar debat kali ini menjadi ajang yang konstruktif, dan tidak digunakan untuk menyerang secara pribadi.
“Saya berharap debat ini menjadi ajang pertumpahan ide, gagasan, dan visi-misi calon, bukan cacian dan makian,” ungkap Yasir.
Ia menegaskan, bahwa debat harus menjadi forum untuk adu solusi, yang membawa kemajuan bagi Makassar.
Empat Paslon yang bertarung dalam Pilkada Makassar hadir dan siap beradu gagasan, yaitu Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika Ilham (Mulia), Andi Seto Gadhista Asapa – Rezki Mulfiati Lutfi (Sehati), Indira Yusuf Ismail – Ilham Ari Fauzi (INIMI), dan Amri Arsyid – Abdul Rahman Bando (AMAN).
Mereka memaparkan visi-misi, serta menjawab pertanyaan yang dibagi ke dalam beberapa segmen.
Komisioner KPU Makassar, Abdi Goncing, menjelaskan, hal ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme warga terhadap Pilkada.
Debat kali ini mengangkat tema “Mewujudkan Makassar Kota Berperadaban, Maju, Melalui Harmonisasi Pembangunan Nasional dan Daerah, Tata Kelola Lingkungan Hidup yang Berkeadilan, dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”.
Tema ini dipilih, untuk menggali gagasan dan komitmen para Paslon, dalam mewujudkan Makassar yang berdaya saing dan berkeadilan.
Panelis yang diundang dalam debat ini, merupakan para pakar dan tokoh yang kompeten di berbagai bidang.
Di antaranya adalah Prof. Khusnul Yaqin (Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Hasanuddin), Dr. Syarifa Raehana (akademisi Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia dan aktivis perempuan), serta Dr. Mohammad Arif (Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia).
Selain itu, panelis lainnya mencakup Lusia Palulungan (aktivis perempuan dan Program Manager Yayasan BaKTI), Abdul Karim (kolumnis Tribun Timur dan pegiat demokrasi), Andi Nonong Sunrawali (akademisi dari Yayasan An Nahl Al Aqsha), dan Nur Syarif Ramadhan (Direktur Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan/Yayasan PerDIK).
Kehadiran panelis beragam ini, diharapkan dapat memberikan perspektif yang menyeluruh, terkait isu-isu penting bagi kota Makassar.
Melalui debat terbuka ini, masyarakat diharapkan mendapat pemahaman yang lebih mendalam, tentang visi dan program kerja dari masing-masing Paslon.
Dengan demikian, mereka akan memiliki dasar yang kuat dalam memilih calon pemimpin, yang mampu memajukan Kota Makassar, menuju masa depan yang lebih berperadaban dan sejahtera.












