GOWA, INKAM — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, untuk memastikan Program Makan Bergizi (MBG) tetap berjalan meski memasuki masa libur sekolah.
Dua lokasi yang dikunjungi yakni SPPG Somba Opu Tombolo 2. Kunjungan ini bertujuan mengecek efektivitas distribusi makanan bergizi gratis bagi siswa dan tenaga pendidik, sekaligus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sebagai penyedia bahan pangan.
Dalam peninjauan tersebut, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya keberlanjutan layanan gizi tanpa jeda, terutama bagi anak-anak sekolah yang tetap membutuhkan asupan nutrisi, meski tidak mengikuti proses belajar mengajar di kelas.
“Program makan bergizi ini tidak boleh berhenti hanya karena libur sekolah. Anak-anak tetap butuh gizi seimbang setiap hari. Karena itu, dapur umum tetap beroperasi dan distribusi harus berjalan,” tegasnya.
Data operasional menunjukkan SPPG Somba Opu telah melayani 2.817 penerima manfaat, terdiri atas 2.620 siswa dan 197 tenaga pendidik dari sembilan sekolah.
Layanan tersebut didukung puluhan relawan, tenaga gizi, hingga petugas administrasi untuk memastikan kualitas makanan sesuai standar kesehatan.
Menko Pangan mengapresiasi langkah pengelola SPPG, yang tetap menyalurkan makanan selama libur.
Ia menilai, kehadiran tenaga ahli gizi di setiap unit, menjadi kunci agar program tidak sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjamin kandungan nutrisi yang tepat.
“Dengan pendampingan ahli gizi, kualitas menu tetap terjaga. Ini bukan hanya soal kenyang, tapi soal kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Somba Opu Tombolo 2, Faisal, menjelaskan pihaknya mulai melakukan penyesuaian menu menjelang Ramadan.
Jika biasanya menyajikan menu basah, kini ditambah menu kering yang lebih praktis seperti roti, kacang-kacangan, dan susu UHT kemasan.
“Menu tetap kami susun seimbang, ada karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan serat. Jadi walaupun kering, nilai gizinya tetap terpenuhi,” jelas Faisal.
Pemerintah berharap, program MBG dapat terus berjalan berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi siswa, serta tenaga pendidik, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM.












