MAKASSAR, INKAM – Semangat dan kesiapan prajurit Yonif 726/Tamalatea mengiringi pelepasan Satuan Tugas (Satgas) RI–Papua Nugini (PNG) Kewilayahan Tahun Anggaran 2026, yang dipimpin langsung Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Ayi Lesmana, di Fasharkan Kodaeral VI, Jalan Yos Sudarso, Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Selasa (16/6/2026).
Pelepasan tersebut menjadi langkah awal bagi ratusan prajurit petarung Hasanuddin, sebelum menjalani rangkaian Latihan Pratugas Operasi (LPO), sebagai bagian dari persiapan penugasan di wilayah perbatasan RI–PNG, yang dikenal memiliki tantangan geografis dan dinamika keamanan yang kompleks.
Satgas Yonif 726/Tamalatea diberangkatkan menuju Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat, menggunakan KRI Teluk Kendari-518.
Di lokasi tersebut, para prajurit akan mengikuti berbagai tahapan latihan intensif, guna meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapan operasional.
Latihan Pratugas Operasi dirancang untuk memantapkan kemampuan teknis, ketahanan fisik, kesiapan mental, serta profesionalisme personel sebelum diterjunkan ke daerah penugasan.
Program ini menjadi bagian penting, dalam memastikan seluruh prajurit mampu menjalankan tugas negara secara optimal.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Ayi Lesmana menegaskan bahwa keberhasilan sebuah penugasan, ditentukan oleh kesiapan personel sejak tahap latihan. Karena itu, seluruh prajurit diminta memanfaatkan kesempatan tersebut, untuk meningkatkan kemampuan dan memperkuat soliditas tim.
Kasdam juga mengingatkan, agar seluruh personel memastikan kondisi perlengkapan dan peralatan pendukung dalam keadaan siap pakai. Menurutnya, kesiapan material merupakan faktor penting, yang mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lapangan.
Selain kesiapan teknis, Brigjen TNI Ayi Lesmana menekankan pentingnya menjaga nama baik satuan dan Kodam XIV/Hasanuddin, selama menjalani latihan maupun saat melaksanakan operasi di wilayah perbatasan.
Ia menyebut penugasan tersebut sebagai kehormatan, sekaligus bentuk kepercayaan negara kepada prajurit terbaik.
“Kalian adalah representasi Kodam XIV/Hasanuddin. Jadikan penugasan ini sebagai kebanggaan dan kehormatan. Tunjukkan profesionalisme, loyalitas, dan dedikasi terbaik dalam setiap tugas yang diberikan,” pesannya kepada para prajurit.
Kasdam juga mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa menjaga semangat juang, disiplin, kekompakan, serta mengutamakan faktor keamanan dalam setiap tahapan latihan.
Dengan bekal latihan yang matang, Satgas Yonif 726/Tamalatea diharapkan mampu menjalankan misi pengamanan wilayah perbatasan RI–PNG secara profesional, efektif, dan membanggakan bangsa.











