Info Kejadian Makassar

Corporate Communication di Era AI: Cerita Perjalanan Karier Andi Nataziah

MAKASSAR, INKAM – Dunia komunikasi tidak pernah diam. Ia bergerak secepat isu viral di media sosial, dan menuntut pelakunya untuk terus adaptif, kreatif, dan tak gagap teknologi.

Di antara para praktisi komunikasi yang menjadikan perubahan sebagai teman sehari-hari, nama Andi Nataziah punya kisah yang khas.

Ia bukan hanya menggeluti dunia kehumasan sejak awal karier, tapi juga kini merangkul Artificial Intelligence (AI) sebagai partner kerja sehari-hari.

Berkarier lebih dari 15 tahun di dunia corporate communication, Nataziah kini menjabat sebagai AVP Communications Circle Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Ia mengaku, benih kecintaannya pada dunia komunikasi sudah tumbuh sejak masa kuliah.

“Aku memang dari dulu ‘dibesarkan’ oleh komunikasi,” ujarnya santai.

“Dari S1 di jurusan Ilmu Komunikasi di salah satu universitas di Malang, lalu lanjut S2 juga komunikasi, lebih spesifik di bidang corporate communication di Surabaya. Jadi antara pendidikan dan karier itu jalan bareng, saling mengisi,” ungkapnya melanjutkan.

Nataziah bukan tipe profesional yang betah di zona nyaman. Ia pernah mencicipi tantangan dunia kehumasan di industri perhotelan, developer properti, hingga telekomunikasi.

Menurutnya, tiap industri punya gaya komunikasi sendiri, yang menuntut pendekatan berbeda.

“Kerja di telekomunikasi beda banget rasanya dengan kerja di hotel atau properti. Harus bisa baca situasi, harus peka. Dan satu hal yang paling penting, relationship dengan media itu mutlak. Harus dijaga,” jelasnya.

Baca Juga  Hadi Saputra: Makan Bergizi Gratis, Investasi Masa Depan Bangsa, Belajar dari Kisah 5 Negara

Kini, bekerja di perusahaan teknologi seperti Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), tantangan Nataziah bertambah satu lagi: beradaptasi dengan AI.

Tapi alih-alih khawatir, ia justru menyambut teknologi ini dengan tangan terbuka.

“AI itu bukan ancaman, malah justru memudahkan. Kita bisa monitoring seluruh pemberitaan media di Indonesia. Bayangkan kalau semua dilakukan manual? Bisa makan waktu berhari-hari,” katanya.

“Dengan tools AI, semua bisa dipantau dalam hitungan menit. Bahkan reporting-nya lebih rapi dan terstruktur,” tuturnya.

Meski begitu, Nataziah mengingatkan bahwa AI tetaplah alat. Ia bukan pengganti manusia, tapi merupakan pendukung produktivitas.

“Jangan terlena. Tetap harus ada sentuhan manusia. Kita yang tetap harus cek data, validasi, jangan mentah-mentah ambil dari AI. Jangan copy-paste,” tegasnya.

Di tengah geliat AI yang mulai merambah dunia komunikasi, Andi Nataziah adalah contoh nyata bahwa profesional komunikasi tidak hanya harus pintar bicara, tapi juga gesit membaca zaman.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO