MAKASSAR, INKAM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan.
Lebih dari itu, program ini menjadi bentuk investasi strategis bagi masa depan bangsa, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi sejak dini.
Sosialisasi program MBG digelar di Vaan In Sky Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (9/6/2025).
Acara yang diikuti 300-an peserta itu, menghadirkan sejumlah narasumber dari akademisi dan praktisi. Di antaranya, Dosen Universitas Islam Negeri Makassar Syamsul Qamar, Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar Hadi Saputra, serta perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha.
Dalam pemaparannya, Dosen Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar, Hadi Saputra, menyampaikan berbagai pembelajaran, dari negara-negara yang telah lebih dulu menerapkan program serupa.
Ia mencontohkan, Ethiopia yang mampu meningkatkan kehadiran dan nilai akademik siswa, Ghana yang mencatat peningkatan tinggi badan anak dari keluarga miskin, serta Norwegia yang menjadikan makan gratis di sekolah sebagai upaya mengurangi kesenjangan sosial.
“Makan bukan hanya soal kenyang, tapi soal keadilan sosial, pendidikan, dan masa depan,” ujar Hadi.
Inggris dan Swedia juga dijadikan bahan refleksi. Meski Inggris memiliki program makanan gratis, tingkat pemanfaatannya sangat rendah karena stigma dan akses yang rumit.
Sedangkan Swedia, meskipun telah menjalankan program ini sejak 1946, masih menghadapi ekspektasi publik soal rasa dan kualitas makanan.
“Ini menjadi pelajaran penting bagi kita. Kita tidak hanya menyiapkan makanan, tapi harus memperhatikan nilai gizi, cara distribusi, kenyamanan penerima, dan edukasi soal pentingnya gizi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami bahwa MBG bukan hanya urusan teknis, melainkan isu besar tentang keadilan sosial dan masa depan generasi muda.
Pemerintah dan masyarakat dituntut untuk bersinergi, agar program ini benar-benar berdampak dan berkelanjutan.
“Kalau Ethiopia dan Ghana bisa, maka Indonesia juga bisa. Kita harus pastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas, dimulai dari isi piring mereka,” tutup Hadi dengan semangat.















