Info Kejadian Makassar

Unhas Kukuhkan Empat Guru Besar Fakultas Kedokteran, Langkah Maju dalam Dunia Akademik dan Kesehatan

INKAM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan prestasi, dengan mengukuhkan empat guru besar baru dari Fakultas Kedokteran, menambah daftar guru besar Unhas menjadi 549.

Upacara pengukuhan berlangsung pada Rabu, 22 Januari 2024, pukul 08.30 WITA, di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar.

Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas, memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai kalangan.

Empat guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K)., Prof. Aidah Juliaty Alimuddin Baso, Prof. Muh. Fadjar Perkasa, dan Prof. Dr. dr. Andi Kurnia Bintang, Sp.S(K)., M.Kes.

Mereka masing-masing memiliki keahlian di bidang Imunologi Infeksi dan Mikrobioma, Nutrisi Klinik Pediatri, Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok Bedah Kepala Leher, serta Ilmu Neurovaskuler dan Neurooftalmologi-Neurootologi.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi, atas dedikasi dan kontribusi para guru besar baru.

Beliau menekankan pentingnya peran mereka, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Unhas, serta berharap agar keilmuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Prof. Jamaluddin juga mengingatkan akan tanggung jawab tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam penelitian yang inovatif dan aplikatif.

Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K)., dalam pidato ilmiahnya berjudul “Mikrobioma, Imunologi, dan Antibiotik: Harmoni Tak Terlihat dalam Melawan Infeksi”, menjelaskan peran penting mikrobioma tubuh, dalam menjaga keseimbangan sistem kekebalan.

Baca Juga  Wagub Sulsel Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Swiss, Bahas Kerja Sama Multisektor

Ia menyoroti bahwa gangguan keseimbangan mikrobiota, dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk gangguan pencernaan, alergi, dan penyakit autoimun.

Prof. Firdaus juga menekankan dampak negatif penggunaan antibiotik yang berlebihan tanpa indikasi medis, yang dapat merusak keseimbangan mikrobiota, dan memicu resistensi bakteri terhadap pengobatan.

Prof. Aidah Juliaty Alimuddin Baso membawakan pidato berjudul “Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Menuju Generasi Emas Indonesia Bebas Stunting”.

Ia menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi selama 1000 HPK, untuk mencegah malnutrisi kronis yang dapat menyebabkan stunting.

Prof. Aidah menjelaskan, kehamilan adalah fase kritis untuk perkembangan janin, di mana nutrisi ibu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, dan mencegah komplikasi seperti kelainan bawaan dan kelahiran prematur.

Prof. Muh. Fadjar Perkasa menyampaikan penelitian berjudul “Olfactory Training dan Cuci Hidung: Pendekatan Nonfarmakologi untuk Memperbaiki Gangguan Penghidu”.

Ia menjelaskan, bahwa gangguan penghidu dapat menyebabkan seseorang kehilangan kemampuan mendeteksi bau, yang berpotensi berbahaya.

Prof. Fadjar memaparkan, bahwa olfactory training (OT) dan cuci hidung merupakan metode nonfarmakologis yang efektif, untuk memperbaiki fungsi penghidu, terutama pada kasus pascainfeksi virus, trauma, dan terkait usia.

Prof. Dr. dr. Andi Kurnia Bintang, Sp.S(K)., M.Kes., dalam pidatonya yang berjudul “Pendekatan Multi-Modal dalam Upaya Mencegah Kecacatan Akibat Stroke Iskemik”, menjelaskan, bahwa stroke iskemik terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu atau berkurang, menyebabkan kerusakan dan kecacatan.

Baca Juga  Jelang Idul Adha, Pemkot Makassar Ingatkan Protokol Kesehatan

Ia menekankan pentingnya penanganan stroke secara komprehensif, mulai dari pencegahan primer hingga pencegahan sekunder, serta perlunya pendekatan multimodal yang terintegrasi, untuk mencegah kecacatan akibat stroke.

Pengukuhan empat guru besar ini tidak hanya menambah jumlah profesor di Unhas, tetapi juga memperkuat komitmen universitas, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, khususnya di bidang kedokteran.

Diharapkan, dengan keahlian dan dedikasi para guru besar baru ini, Unhas dapat terus berkontribusi dalam memajukan ilmu pengetahuan, dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan di Indonesia.

Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan dari berbagai fakultas kedokteran di Indonesia dan Malaysia, serta keluarga besar para profesor yang dikukuhkan.

Kehadiran mereka menunjukkan, dukungan dan apresiasi terhadap pencapaian para guru besar baru, serta komitmen bersama dalam memajukan dunia akademik dan kesehatan.

Dengan bertambahnya empat guru besar ini, Unhas semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, khususnya dalam bidang kedokteran.

Keahlian dan penelitian yang dilakukan oleh para profesor ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di tanah air.

Langkah ini juga sejalan dengan visi Unhas untuk menjadi universitas yang inovatif, humanistik, berdaya saing, dan unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Baca Juga  Unhas dan Pemkab Selayar Perkuat Kolaborasi, Mess Dosen dan Mahasiswa Mulai Dibangun

Pengukuhan para guru besar ini menjadi bukti nyata komitmen Unhas, dalam mencapai visi tersebut, melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kontribusi nyata dalam memecahkan permasalahan bangsa.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO