INKAM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program Studi Rekayasa Kehutanan, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove.
Pada Senin (9/12/2024), Fakultas Kehutanan Unhas menggelar kuliah umum dengan tema “Mangrove: e-DNA and Bioprospeksi”.
Acara yang dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan terkait ini bertujuan, untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi pemanfaatan mangrove, khususnya dalam bidang bioprospeksi.
Bioprospeksi adalah proses pencarian dan pemanfaatan sumber daya hayati dan genetik, untuk kepentingan komersial.
Dalam paparannya, Prof. Mohammad Basyuni, seorang pakar mangrove dari Universitas Sumatera Utara, menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Selain berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna.
“Sayangnya, luas hutan mangrove di dunia semakin menyusut akibat berbagai faktor seperti perubahan iklim, pembangunan, dan penebangan liar,” ujar Prof. Basyuni.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam kuliah umum ini, adalah penggunaan teknologi e-DNA untuk mengidentifikasi keanekaragaman hayati mangrove.
Dengan menganalisis DNA lingkungan, para peneliti dapat mengidentifikasi spesies yang hidup di suatu area, tanpa harus melakukan pengambilan sampel langsung.
“Teknologi e-DNA sangat membantu kita dalam memahami keanekaragaman hayati mangrove yang kompleks. Dengan teknologi ini, kita dapat menemukan spesies baru dan mengidentifikasi perubahan populasi spesies dari waktu ke waktu,” jelas Dr. Yukinobu Ishowa, seorang ahli biologi molekuler dari University of the Ryukyus.
Bioprospeksi mangrove menawarkan peluang besar, untuk mengembangkan produk-produk baru yang bermanfaat bagi manusia, seperti obat-obatan, kosmetik, dan bahan pangan.
Kandungan senyawa bioaktif dalam mangrove, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri farmasi.
“Indonesia memiliki kekayaan mangrove yang sangat besar. Dengan melakukan penelitian dan pengembangan yang intensif, kita dapat memanfaatkan potensi mangrove secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Siti Halimah Larekeng, Ketua Prodi Rekayasa Kehutanan Unhas.
Kuliah umum ini diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa dan peneliti, untuk terus menggali potensi mangrove dan mengembangkan inovasi-inovasi baru.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk bersinergi, dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan mangrove secara berkelanjutan.












