INKAM, MAKASSAR – Telkomsel meluncurkan kembali program impact startup incubator NextDev, yang kini memasuki tahun ke-10, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi startup tahap awal di Indonesia.
Program ini diharapkan, mampu membantu para startup berkembang secara berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan mengusung tema #ElevatingStartups, NextDev bertujuan untuk mendorong transformasi industri startup digital Indonesia, menuju tingkatan yang lebih tinggi.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Saki H. Bramono, menyampaikan, NextDev merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen Telkomsel, untuk menciptakan dampak sosial yang signifikan.
“Kami sangat memahami, bahwa startup memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan pembangunan berkelanjutan. Dengan mendukung mereka sejak tahap awal, Telkomsel berharap dapat membantu menciptakan solusi-solusi inovatif, yang berkontribusi bagi kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia,” ungkap Saki.
Saki menambahkan, NextDev juga sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan Telkomsel.
“Kami tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis semata, tetapi juga ingin memastikan bahwa startup yang dibina dalam NextDev, dapat beroperasi dengan prinsip-prinsip yang berkelanjutan. Inisiatif ini kami harapkan dapat membantu startup Indonesia, berkontribusi dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Saki menyoroti potensi besar ekonomi digital Indonesia, yang diproyeksikan mencapai Rp 22.513 triliun pada 2045.
“Proyeksi ini adalah cerminan dari besarnya peluang dan potensi yang bisa digali di sektor digital. Namun, untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dalam hal ini peran Telkomsel melalui NextDev untuk memberdayakan startup digital,” jelas Saki.
Ia berharap, NextDev bisa menjadi platform yang memperluas akses bagi startup lokal, untuk berkembang dan berkontribusi pada ekonomi digital nasional.
Program NextDev ke-10, menghadirkan inovasi baru melalui kurikulum NextDev Academy, yang diperkuat dengan integrasi teknologi AI terkini.
Kurikulum ini dirancang untuk mendorong kemampuan bisnis, etika, dan inovasi yang berdampak.
“Kami melihat AI sebagai salah satu teknologi masa depan, yang memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah bagi startup. Oleh karena itu, kami ingin memberikan bekal kepada para peserta NextDev, agar mereka dapat memanfaatkan teknologi ini dalam pengembangan bisnis mereka,” tambah Saki.
Dalam upaya memperluas peluang bisnis global, program NextDev juga bekerja sama dengan International Hub Connector.
Kolaborasi ini membuka peluang bagi para startup, untuk memperluas jaringan dan kesempatan bisnis di pasar global.
“Kami berharap melalui kerja sama ini, startup Indonesia bisa tampil dan bersaing di kancah internasional, serta membawa inovasi Indonesia ke dunia,” ungkapnya.
Di samping itu, alumni terbaik dari program NextDev sebelumnya, serta ekosistem inovasi Telkomsel, akan hadir sebagai co-mentor dalam rangkaian kegiatan Startups Scouting dan Summit.
Para co-mentor ini akan memberikan bimbingan langsung kepada peserta, untuk membantu meningkatkan kompetensi mereka.
“Pengalaman yang dimiliki para alumni dan ekosistem Telkomsel, tentu sangat berharga untuk dibagikan kepada peserta baru. Kami ingin NextDev menjadi ruang belajar, sekaligus kolaborasi yang bermanfaat bagi semua pihak,” tutup Saki.
Dalam rangkaian NextDev ke-10 ini, pendaftaran Startups Scouting telah dibuka sejak 24 Oktober hingga 30 November 2024.
Pada awal 2025, 10 startup terbaik dari tiga kategori utama, akan dipilih untuk mengikuti NextDev Academy, yang akan diakhiri dengan acara NextDev Summit, sebagai puncak penghargaan bagi startup terbaik, serta wadah kolaborasi bagi pelaku ekosistem digital nasional dan global.















