Info Kejadian Makassar

Empat Guru Besar Unhas Dikukuhkan dalam Rapat Paripurna Senat Akademik

INKAM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menambah empat guru besar baru, dalam Rapat Paripurna Senat Akademik yang berlangsung di Ruang Senat Akademik, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (15/10).

Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas.

Pengukuhan tersebut dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama jajaran Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, dan keluarga besar para profesor.

Momen ini menjadi langkah penting, dalam meningkatkan kualitas akademik dan kapasitas keilmuan Unhas.

Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin menyampaikan apresiasi, atas capaian para profesor baru.

Ia menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan, dan penerapan ilmu lintas disiplin, untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

“Keilmuan yang berkembang di Unhas, diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penambahan guru besar ini, menjadi motivasi sekaligus bukti, bahwa Unhas terus berkomitmen menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia,” ujar Prof. Jamaluddin.

Empat guru besar yang dikukuhkan tersebut berasal dari tiga fakultas.

Dari Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Asriani Abbas, M.Hum., ditetapkan sebagai guru besar bidang Linguistik Teoritis Morfologi.

Fakultas Pertanian juga menghadirkan dua guru besar baru, yakni Prof. Dr. Ir. Sitti Nur Faridah, M.P., di bidang Ilmu Hidrologi, dan Prof. Dr. Ir. Fachirah Ulfa, M.P., di bidang Ilmu Hortikultura.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Perkuat Sinergi Pembangunan, Lewat Silaturahmi bersama Forkopimda hingga Ribuan Kades

Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Syamsuddin, S.E., M.Si., AK., CA., C.R.P., resmi dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Auditing.

Keempat guru besar ini, diharapkan memperkaya kontribusi Unhas, dalam pengembangan ilmu dan riset lintas sektor.

Setelah pengukuhan, masing-masing guru besar menyampaikan pidato penerimaan, yang menggambarkan fokus riset dan kontribusi ilmiahnya.

Prof. Dr. Asriani Abbas, M.Hum., membahas “Bahasa Gaul sebagai Refleksi Kreativitas Berbahasa Lintas Generasi”.

Ia menjelaskan bahwa bahasa gaul menunjukkan kreativitas generasi muda, dalam memodifikasi bahasa Indonesia standar, menciptakan identitas dan ekspresi baru di media sosial.

“Bahasa gaul memperkaya kosakata bahasa Indonesia, dan membuktikan bahwa bahasa kita mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ungkap Prof. Asriani.

Ia juga menekankan, pentingnya menjaga eksistensi bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Sitti Nur Faridah, M.P., mempresentasikan penelitian bertajuk “Teknologi Pengelolaan Air sebagai Adaptasi Perubahan Iklim untuk Pertanian Berkelanjutan”.

Ia menyoroti pentingnya teknologi hemat air dan irigasi presisi, untuk menghadapi krisis air, yang dipicu oleh perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk.

“Irigasi mikro mampu menghemat air hingga 67% dan menjadi solusi penting dalam mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Ia juga mendorong penerapan smart farming, demi keberlanjutan sektor pertanian.

Di bidang auditing, Prof. Dr. Syamsuddin, S.E., M.Si., AK., CA., C.R.P., membahas tema “Hedonisme dalam Keluarga Berpotensi Memicu Fraud”.

Baca Juga  Unhas Buka Pendaftaran Beasiswa KIP-K untuk Mahasiswa Jalur SNBT 2025

Menurutnya, gaya hidup konsumtif dapat memicu praktik kecurangan, yang kerap ditemukan dalam berbagai kasus di Indonesia.

“Penguatan sistem pengawasan internal dan penerapan Whistleblowing System, sangat diperlukan untuk mencegah fraud,” tegasnya.

Ia menekankan, bahwa mitigasi risiko fraud harus menjadi prioritas di setiap lembaga.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Ir. Fachirah Ulfa, M.P., menyampaikan pidatonya berjudul “Hortikultura Inovatif: Optimalisasi Pekarangan untuk Kemandirian Pangan Keluarga”.

Ia menjelaskan, bahwa pemanfaatan pekarangan rumah bisa meningkatkan ketahanan pangan, dan mendukung kemandirian keluarga.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi digital, seperti penerapan Internet of Things (IoT) dalam pertanian presisi, untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan memastikan produksi pangan berkelanjutan.

Acara pengukuhan berlangsung khidmat hingga pukul 11.30 WITA. Para hadirin berharap guru besar yang baru dikukuhkan, dapat terus berkontribusi bagi pengembangan ilmu dan masyarakat.

“Dengan bertambahnya guru besar, Unhas semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang unggul dan inovatif,” ujar Prof. Jamaluddin mengakhiri acara.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO