MAKASSAR, INKAM – Kemitraan antara Universitas Hasanuddin dan Stanford University, telah berlangsung lebih sepuluh tahun.
Puncaknya adalah peresmian Stanford–Unhas Alliance for Planetary Health Research in Asia Pacific di Makassar pada 11 November 2025, di Kampus Unhas, Tamalanrea.
Kemitraan ini memiliki makna penting untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat, melalui transfer teknologi, riset bersama, dan pengembangan SDM kesehatan.
Kolaborasi ini dapat mempercepat inovasi telemedicine, penguatan layanan di Kawasan Timur Indonesia, serta peningkatan kapasitas menghadapi ancaman kesehatan global.
Unhas menghadirkan pemahaman lokal dan akses masyarakat, sementara Stanford menyediakan keunggulan riset dan teknologi medis.
Kerja sama ini juga memperkuat diplomasi kesehatan Indonesia dan mendorong lahirnya solusi kesehatan yang inklusif, berbasis komunitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sebagai salah satu implementasi dari kemitraan tersebut, Stanford Unhas Alliance menggelar Pameran Kesehatan Lingkungan, yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis di gedung SD Inpres Galangan Kapal I, II, III, dan IV, Kecamatan Tallo, Sabtu (10/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan, seperti pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, diabetes, hingga pemeriksaan rontgen gratis bagi masyarakat. Panitia juga menyediakan area bermain anak dan booth edukasi kesehatan lingkungan.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sekaligus Direktur Kemitraan Unhas, Ansariadi, mengatakan, Kecamatan Tallo dipilih sebagai lokasi kegiatan, karena menjadi laboratorium lapangan penelitian kesehatan masyarakat Unhas bersama Stanford University.
Lokasi ini memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan berbagai persoalan kesehatan lingkungan seperti anemia, penyakit menular, dan stunting.
“Selama hampir dua tahun terakhir, Unhas bersama Stanford University melakukan berbagai penelitian di wilayah tersebut. Penelitian tersebut meliputi pengelolaan sampah, dampak cuaca panas terhadap kesehatan, pemantauan penyakit anak, hingga monitoring tumbuh kembang anak di masyarakat,” kata Ansariadi.
Peneliti dari Stanford University, Morgan menyampaikan hasil riset terkait kesehatan lingkungan dan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Ia menyampaikan, terdapat beberapa persoalan kesehatan yang masih sering terjadi, seperti anemia, penyakit menular, dan stunting di wilayah padat penduduk tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan keluarga,” ujar Ms. Morgan.
Kegiatan ini bertujuan, memperlihatkan hasil penelitian kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit.
Untuk menarik partisipasi warga, pihak Unhas bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, PKK, kader kesehatan, RT/RW, serta puskesmas setempat.











