Info Kejadian Makassar

Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan: Saat Ingatan Memudar, Kehangatan Keluarga Jadi Taruhan

MAKASSAR, INKAM — Tidak semua film drama keluarga mampu meninggalkan rasa sesak, sekaligus hangat dalam waktu bersamaan. Namun, Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, berhasil menghadirkan pengalaman emosional, yang terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.

Film garapan sutradara Kuntz Agus ini, tidak sekadar membahas penyakit memory loss atau Alzheimer, melainkan memperlihatkan bagaimana satu penyakit, perlahan dapat mengubah hubungan dalam sebuah keluarga yang tampak harmonis.

Sejak awal film dimulai, penonton langsung diperkenalkan pada sosok Yuke Yolanda yang diperankan Lulu Tobing. Karakter ibu hangat, penyayang, sekaligus pusat kebahagiaan keluarga itu terasa begitu hidup di layar.

Namun, suasana perlahan berubah ketika Yuke mulai mengalami penurunan daya ingat, dari lupa jalan pulang hingga mulai melupakan orang-orang terdekatnya sendiri.

Di titik inilah film mulai bermain dengan emosi penonton. Konflik tidak dibangun dengan ledakan dramatis berlebihan, tetapi lewat momen-momen sederhana yang justru terasa menyakitkan.

Tatapan kosong seorang ibu kepada anaknya, percakapan kecil yang terlupakan, hingga suasana rumah yang berubah dingin menjadi kekuatan utama cerita.

Karakter Kesha yang diperankan Yasmin Napper, juga menjadi salah satu elemen paling kuat dalam film ini. Sebagai mahasiswi tingkat akhir sekolah film, Kesha harus menghadapi dilema, antara mengejar masa depan atau pulang untuk menemani ibunya sebelum semuanya terlambat. Pergulatan batin itu, terasa realistis dan dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.

Baca Juga  MMKSI Gandeng Bosowa Berlian Motor Gelar Lokal Launching X Force di Makassar

Chemistry antarpemain, menjadi alasan kenapa film ini terasa sangat personal. Penonton dibuat percaya, bahwa mereka benar-benar keluarga yang sedang menghadapi kehancuran perlahan.

Tidak heran jika sutradara Kuntz Agus mengungkapkan, para pemain membangun kedekatan bahkan sebelum proses syuting dimulai.

Produser Sunil Samtani menyebut, ide cerita lahir dari diskusi tentang keluarga harmonis yang perlahan runtuh akibat penyakit.

Menurutnya, film ini memang dibuat bukan sekadar menampilkan penderitaan karakter, tetapi memperlihatkan dampak emosional yang dirasakan seluruh anggota keluarga.

Pendekatan itu terasa berhasil. Alih-alih fokus pada sisi medis penyakit, film justru membawa penonton melihat bagaimana kehilangan memori, dapat menciptakan jarak emosional di dalam rumah. Bahkan, beberapa adegan terasa begitu sunyi, tetapi menyakitkan.

Secara visual, film ini tampil sederhana tanpa banyak gimmick berlebihan. Namun justru kesederhanaan itu membuat emosi terasa lebih jujur.

Musik latar digunakan secukupnya, dan tidak mendominasi adegan, memberi ruang bagi ekspresi para pemain untuk berbicara lebih banyak.

Penampilan Ibnu Jamil, Shofia Shireen, dan Jordan Omar, turut memperkuat dinamika keluarga dalam film ini. Setiap karakter memiliki porsinya masing-masing, dalam memperlihatkan bagaimana satu penyakit bisa memengaruhi seluruh rumah.

Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan terasa seperti pengingat sederhana bahwa kehilangan paling menyakitkan bukan hanya soal kematian, tetapi ketika seseorang yang kita sayangi perlahan lupa siapa diri kita.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Komitmen Tingkatkan Daya Tarik Wisata Rammang-rammang

Film ini juga mengajak penonton menghargai momen kecil bersama keluarga, sebelum semuanya berubah.

Bagi penonton yang menyukai drama keluarga penuh emosi, film ini layak masuk daftar tontonan bioskop Mei 2026. Bukan tipe film yang menghadirkan tangisan berlebihan, tetapi justru meninggalkan rasa hening panjang setelah lampu bioskop menyala kembali.

Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Mei 2026.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

IGS 2026 Buka Jalan Investasi Infrastruktur Makassar, Delapan Negara Siap Tindak Lanjut Kerja Sama MAKASSAR, INKAM — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan akan mengawal dan menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang lahir dari pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, dalam kegiatan Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Hotel The Rinra Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (24/6/2026). Heru mengatakan, IGS merupakan salah satu instrumen diplomasi yang efektif untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan mitra internasional melalui pendekatan budaya dan kuliner. Menurutnya, gastrodiplomasi tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia, tetapi juga membuka ruang promosi pariwisata, perdagangan, investasi, hingga pendidikan. “Indonesia Gastrodiplomacy Series adalah salah satu alat untuk menjembatani hubungan antara pihak luar dengan pemerintah daerah. Ini merupakan salah satu instrumen soft power diplomacy yang sangat kuat,” ujar Heru. Dalam forum tersebut, 41 delegasi dari 28 negara, sudah 8 negara jajaki skema Sister City dengan Kota Makassar untuk melirik potensi di Kota ini. Ia menjelaskan, makanan merupakan bahasa universal yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang budaya dalam suasana yang lebih cair dan terbuka. Karena itu, pendekatan gastrodiplomasi dinilai efektif untuk membangun komunikasi sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional. “Melalui makanan, kita bisa mempertemukan berbagai ragam budaya dalam satu meja dan berbicara dengan nyaman,” jelasnya. “Gastrodiplomasi menjadi jembatan untuk promosi pariwisata, perdagangan, investasi, bahkan pendidikan,” sambung Heru. Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar yang dinilai berhasil menyelenggarakan IGS 2026 dengan menghadirkan 41 delegasi dari 28 negara sahabat. Ia menyebut kehadiran para perwakilan asing tersebut menjadi peluang besar bagi Makassar untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah sekaligus menjajaki kerja sama konkret di berbagai sektor pembangunan. “Atas nama Kementerian Luar Negeri, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota yang telah mempersiapkan kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 dengan sangat baik,” ungkapnya. Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri tidak akan berhenti pada pelaksanaan forum semata. Berbagai peluang kerja sama yang muncul selama kegiatan akan terus dikawal agar dapat berkembang menjadi kemitraan yang nyata dan memberikan manfaat bagi daerah. Menurut dia, Kemlu akan melakukan komunikasi intensif dengan seluruh perwakilan negara yang hadir di Jakarta, sekaligus mengoptimalkan jaringan diplomatik Indonesia yang tersebar di berbagai negara. “Kementerian Luar Negeri akan menindaklanjuti dan mengawal hasil dari acara ini melalui komunikasi intens dengan perwakilan negara sahabat di Jakarta serta melalui 131 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” sebutnya. Heru menilai keberhasilan Makassar dalam menarik perhatian komunitas internasional merupakan capaian penting yang tidak hanya berdampak bagi daerah, tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan. Karena itu, Kemlu berkomitmen membantu memperluas peluang kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pembangunan daerah. “Kesuksesan Makassar adalah kesuksesan Sulawesi Selatan dan kesuksesan Indonesia. Kegiatan ini membuka peluang yang sangat besar bagi mitra internasional untuk melihat potensi luar biasa yang dimiliki Makassar dan menindaklanjutinya dalam bentuk kerja sama yang konkret,” tuturnya. Ia menambahkan, esensi diplomasi tidak berhenti pada proses pertemuan dan perundingan. Yang lebih penting adalah bagaimana diplomasi mampu menghasilkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat melalui peningkatan investasi, perdagangan, maupun kerja sama pembangunan. “Diplomasi tidak berhenti pada perundingan, yang terpenting adalah dampaknya. Dan itulah yang akan terus kami dorong dan kawal bersama,” pungkas Heru. Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan kehadiran para duta besar dan delegasi dari berbagai negara menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Kota Makassar dan Sulawesi secara lebih luas kepada komunitas internasional. Menurutnya, pemerintah kota menargetkan agar pertemuan tersebut tidak berhenti pada promosi daerah semata, melainkan mampu melahirkan kerja sama konkret yang berdampak pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. “Tentu harapan kita sangat positif dengan kegiatan ini. Para duta besar yang hadir mewakili negara masing-masing bisa melihat potensi yang ada di Kota Makassar dan seluruh Sulawesi,” harap Appi. “Bahkan secara langsung kita menawarkan berbagai peluang investasi yang bisa masuk dengan baik dan aman di Kota Makassar,” lanjutannya. Dia menjelaskan, berbagai potensi yang dipaparkan kepada para delegasi telah menarik perhatian sejumlah negara. Ketertarikan tersebut akan ditindaklanjuti melalui forum bisnis yang lebih detail untuk membahas peluang kerja sama yang dapat direalisasikan. Lanjut dia, setiap kegiatan yang dilakukan tidak hanya mengekspos keunggulan daerah, tetapi harus menghasilkan keterhubungan dan kerja sama yang nyata. “Itu yang penting, ada sesuatu yang harus kita kerja samakan dan tindak lanjuti bersama,” katanya. Dalam forum tersebut, Pemkot Makassar turut memperkenalkan sejumlah peluang investasi yang telah mulai berkembang, termasuk akses pengembangan kawasan kepulauan dan sektor-sektor strategis lainnya yang dinilai memiliki prospek besar bagi investor. Munafri menyebut pembangunan infrastruktur di Kota Makassar juga menjadi salah satu sektor yang ditawarkan kepada negara-negara sahabat. Dukungan investasi internasional dinilai penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing kota sebagai pusat ekonomi kawasan timur Indonesia. Potensi investasi yang ada di Sulawesi sangat besar, bagaimana investasi itu bisa masuk dan mendukung pembangunan infrastruktur yang ada di Kota Makassar. “Ini menjadi perhatian berbagai negara yang tertarik melihat potensi yang kita miliki,” jelasnya. Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan bahwa sejumlah pembicaraan awal dengan delegasi negara peserta telah berlangsung selama rangkaian kegiatan IGS 2026. Bahkan, sedikitnya delapan negara dijadwalkan melakukan pertemuan lanjutan secara langsung dengan Pemerintah Kota Makassar untuk mendetailkan kebutuhan dan peluang kerja sama yang dapat segera direalisasikan. Ditambahkan, ada beberapa yang sudah mulai berkomunikasi dan akan dilanjutkan dalam sesi-sesi berikutnya. “Saat ini sudah ada delapan negara yang akan bertemu langsung untuk mendetailkan apa yang menjadi kebutuhan di antara kita dan apa yang bisa kita tindak lanjuti secepatnya. Harapannya, forum bisnis ini menghasilkan kesepakatan yang benar-benar bisa diwujudkan,” ungkapnya. Ia juga mengaku puas dengan respons para delegasi terhadap penyelenggaraan IGS 2026, dikatakan para peserta memberikan apresiasi terhadap kualitas pelaksanaan acara, peluang kerja sama yang ditawarkan, hingga kekayaan kuliner khas Makassar yang diperkenalkan selama kegiatan berlangsung. “Alhamdulillah mereka menyambut baik kegiatan ini. Acara terselenggara dengan baik, memberikan banyak opportunity kerja sama, dan mereka juga sangat kagum dengan kuliner yang kita miliki. Ini tentu menjadi hal yang sangat positif bagi Kota Makassar,” pungkas Munafri.

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO