MAKASSAR, INKAM – Universitas Bosowa (Unibos) terus mempercepat transformasi tata kelola akademik berbasis digital. Melalui rapat koordinasi bersama SEVIMA, Universitas Bosowa mematangkan implementasi Modul Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) sebagai langkah strategis menuju pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) yang lebih terintegrasi, berbasis data, dan didukung teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan berlangsung pada Jumat (31/7/2026) di lingkungan Universitas Bosowa.
Rapat dipimpin oleh Wakil Rektor I Universitas Bosowa, Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., dan dihadiri Account Manager SEVIMA Mei Lisa Anissa Kusumawardani, Hanif Al-Fathoni, jajaran Tim Akademik dan Sistem Informasi, Kepala Departemen Audit Mutu dan Monitoring Susalti Nur Arsyad, S.Pd., M.Pd., Kepala Departemen Pengembangan Pendidikan Dr. Fatma, S.Pd., M.Pd., serta tim administrasi penjaminan mutu Universitas Bosowa.
Dalam arahannya, Dr. Sutia Budi menegaskan, transformasi digital tidak hanya berorientasi pada modernisasi sistem informasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun budaya mutu yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan di lingkungan Universitas Bosowa.
“Audit mutu tidak lagi cukup dikelola secara konvensional. Kita harus bergerak menuju sistem yang terintegrasi sehingga seluruh proses penjaminan mutu dapat berjalan lebih cepat, akurat, terdokumentasi dengan baik, dan menghasilkan data yang mampu mendukung pengambilan keputusan strategis di tingkat universitas,” ujarnya.
Fokus utama rapat diarahkan pada kesiapan implementasi Modul SPMI, sebagai media pendukung pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) berbasis digital.
Bersama tim SEVIMA, peserta mendiskusikan mekanisme transisi dari proses audit manual menuju sistem yang terdigitalisasi secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan instrumen audit, penugasan auditor, pengisian data oleh auditee, monitoring tindak lanjut hasil audit, hingga penyusunan laporan secara otomatis dalam satu platform terintegrasi.
Account Manager SEVIMA, Mei Lisa Anissa Kusumawardani, menjelaskan, modul yang dikembangkan telah mengadopsi instrumen IAPS 4.0 dari BAN-PT sebagai standar pelaksanaan audit mutu internal.
Ke depan, sistem juga akan terus dikembangkan agar mampu mengakomodasi berbagai instrumen Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), dimulai dari LAMDIK sebelum diperluas ke LAM lainnya sesuai karakteristik bidang ilmu di perguruan tinggi.
“Kami ingin menghadirkan sistem yang fleksibel mengikuti perkembangan regulasi akreditasi nasional. Dengan integrasi berbagai instrumen LAM ke dalam SIAKAD, proses audit akan menjadi lebih efisien, sekaligus memudahkan perguruan tinggi dalam menyiapkan dokumen akreditasi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Selain mendukung proses audit mutu, tim SEVIMA juga memperkenalkan berbagai fitur pendukung yang terintegrasi di dalam SIAKAD, mulai dari pengelolaan dokumen mutu, dashboard analitik, monitoring tindak lanjut hasil audit, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu penyusunan dokumen evaluasi dan pelaporan berbasis data.
Rapat juga menjadi forum sinkronisasi kebutuhan pengembangan sistem dari berbagai unit kerja. Bidang Pengembangan Kurikulum membahas penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE), pengelolaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) hingga Sub-CPMK, serta integrasi fitur penyusunan kurikulum agar seluruh proses akademik dapat terdokumentasi secara lebih sistematis.
Di sisi lain, kebutuhan pengembangan sistem juga disampaikan oleh bidang keuangan, melalui usulan integrasi rekapitulasi pembayaran mahasiswa berbasis Virtual Account, sehingga proses pelaporan yang selama ini dilakukan secara manual dapat berlangsung otomatis, lebih akurat, dan efisien.
Pembahasan turut mencakup penguatan layanan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengembangan dashboard Indikator Kinerja Utama (IKU), hingga integrasi data penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang terhubung dengan platform BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Integrasi tersebut diharapkan mampu mendukung pengelolaan data institusi secara lebih komprehensif, sekaligus memperkuat proses pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making).
Sebagai tindak lanjut, Direktorat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (DPMPP) Universitas Bosowa akan melaksanakan sosialisasi penggunaan Modul SPMI kepada para auditor dan auditee, sebagai tahap awal implementasi Audit Mutu Internal berbasis sistem di seluruh unit akademik.
Melalui kolaborasi strategis bersama SEVIMA, Universitas Bosowa semakin mempertegas komitmennya, dalam membangun ekosistem tata kelola perguruan tinggi yang modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi digital.
Implementasi Audit Mutu Internal berbasis AI dan SIAKAD diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas penjaminan mutu, tetapi juga memperkuat kesiapan Universitas Bosowa dalam menghadapi tuntutan akreditasi, tata kelola pendidikan tinggi, serta transformasi digital yang semakin dinamis.
Comment