MAKASSAR, INKAM – Publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, tidak cukup hanya mengandalkan hasil penelitian yang baik.
Dibutuhkan strategi yang tepat sejak menentukan target jurnal, menyusun kerangka konseptual penelitian, hingga merancang manuskrip yang sesuai dengan standar publikasi global.
Perspektif tersebut menjadi pokok bahasan yang disampaikan Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., saat membawakan materi bertajuk “Strategi Penulisan Manuskrip untuk Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi (Web of Science & Scopus)” dalam rangkaian Kuliah Umum dan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana Universitas Bosowa, di Mini Theater Lantai 7 Menara Bosowa, Sabtu (4/7/2026).
Di hadapan ratusan mahasiswa magister dan doktor, dosen, serta sivitas akademika, Prof. Batara membedah secara komprehensif tahapan yang perlu dipahami peneliti, agar naskah ilmiah memiliki peluang lebih besar diterima pada jurnal bereputasi internasional.
Ia menekankan, proses publikasi tidak dimulai ketika artikel selesai ditulis, melainkan sejak peneliti menentukan arah riset dan memilih jurnal yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian.
Menurutnya, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan peneliti adalah memilih jurnal hanya berdasarkan reputasi, tanpa memastikan kesesuaian topik penelitian dengan scope jurnal yang dituju. Padahal, keselarasan tersebut menjadi faktor penting dalam proses penilaian oleh editor maupun reviewer.
“Jangan sekadar mengejar publikasi. Yang harus dipastikan terlebih dahulu, adalah apakah disertasi atau penelitian kita benar-benar sesuai dengan ruang lingkup jurnal yang dituju. Ketika sejak awal sudah tidak sejalan dengan fokus jurnal, peluang diterima tentu akan semakin kecil,” jelas Prof. Batara.
Dalam pemaparannya, ia juga mengajak peserta memahami berbagai indikator yang menjadi acuan dalam menilai kualitas jurnal internasional bereputasi.
Mulai dari Scimago Journal Rank (SJR), impact factor, tingkat sitasi, hingga frekuensi penerbitan jurnal dalam satu tahun, menjadi aspek yang perlu dianalisis sebelum mengirimkan manuskrip.
Prof. Batara menjelaskan, jurnal dengan reputasi tinggi umumnya memiliki karakteristik dan standar seleksi yang berbeda. Oleh karena itu, penulis perlu melakukan pemetaan terhadap karakter jurnal, termasuk mengetahui seberapa sering jurnal tersebut menerbitkan edisi baru, tren artikel yang diterima, serta kontribusi ilmiah yang diharapkan.
Selain strategi memilih jurnal, Prof. Batara turut mengulas fondasi utama dalam membangun manuskrip ilmiah yang kuat.
Ia menekankan pentingnya penggunaan kerangka konseptual (conceptual framework), sebagai dasar dalam menyusun alur berpikir penelitian.
Menurutnya, kerangka konseptual lahir dari teori-teori yang digunakan peneliti dan menjadi penghubung antara rumusan masalah, tujuan penelitian, metodologi, hingga temuan yang dihasilkan.
Dengan kerangka berpikir yang jelas, artikel akan memiliki arah argumentasi yang lebih sistematis, dan memiliki kebaruan (novelty) yang mudah dipahami oleh reviewer.
“Kerangka konseptual bukan sekadar gambar dalam proposal. Di situlah lahir logika penelitian kita. Dari teori yang digunakan akan terbentuk kerangka berpikir, kemudian menghasilkan pertanyaan penelitian, metodologi, hingga kontribusi ilmiah yang menjadi nilai utama sebuah artikel,” paparnya.
Ia juga menguraikan sejumlah pertanyaan mendasar yang harus mampu dijawab oleh setiap penulis, sebelum menyusun manuskrip.
Mulai dari persoalan apa yang ingin diselesaikan, mengapa penelitian tersebut penting dilakukan, kebaruan apa yang ditawarkan dibanding penelitian sebelumnya, hingga kontribusi yang dapat diberikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Sebagai bagian dari pembekalan praktis, Prof. Batara turut memperlihatkan contoh-contoh judul artikel, yang memiliki karakter kuat untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Melalui contoh tersebut, peserta diajak memahami bagaimana menyusun judul yang ringkas, spesifik, menggambarkan kebaruan penelitian, serta relevan dengan fokus keilmuan jurnal yang dituju.
Sesi berlangsung interaktif, dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai strategi memilih jurnal, proses peer review, peluang publikasi di jurnal bereputasi, hingga tantangan yang kerap dihadapi mahasiswa saat mengubah tesis dan disertasi menjadi artikel ilmiah.
Melalui materi tersebut, Program Pascasarjana Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya, dalam membangun budaya publikasi ilmiah yang berkualitas.
Pembekalan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga membekali sivitas akademika dengan strategi praktis, untuk menghasilkan karya ilmiah yang mampu bersaing di jurnal internasional bereputasi, memperluas kontribusi riset Indonesia di tingkat global, serta memperkuat reputasi akademik Universitas Bosowa di kancah internasional.











