Info Kejadian Makassar

Workshop Kurikulum OBE, DPMPP Unibos Pacu Transformasi Akademik Menuju Akreditasi Unggul

MAKASSAR, INKAM – Langkah strategis menuju penguatan mutu pendidikan tinggi, kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Workshop Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), yang diselenggarakan oleh Direktorat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (DPMPP) Universitas Bosowa, di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Gedung I Unibos, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan program studi, pimpinan fakultas, serta tim penjaminan mutu sebagai bagian dari upaya sistematis, dalam menyiapkan kurikulum yang adaptif dan berdaya saing global.

Kurikulum OBE berfokus pada kompetensi, kemampuan, dan hasil lulusan (outcomes) yang aplikatif dan relevan, serta berdaya saing global.

Direktur DPMPP Unibos, Dr. Ir. Faidah Azuz, M.Si., dalam laporannya menegaskan, workshop ini merupakan langkah awal dalam menjawab tantangan besar menuju akreditasi unggul.

Ia mengungkapkan, kesiapan dokumen akademik masih menjadi perhatian serius yang harus segera dibenahi secara kolektif.

“Dari 953 mata kuliah yang disajikan, RPS yang masuk baru sekitar 57,4 persen, dan yang disertai soal ujian hanya 40,4 persen. Ini adalah realita yang harus kita jawab bersama melalui kurikulum berbasis OBE,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa DPMPP tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi sebagai mitra strategis bagi program studi, dalam menyiapkan perangkat akademik yang kuat dan terstandar.

Ia juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan tahap awal dari rangkaian berkelanjutan.

“Workshop kurikulum berbasis OBE hari ini merupakan batch pertama, dan akan dilaksanakan secara bertahap menuju batch selanjutnya dalam waktu dekat ini. Kita tidak ingin lagi berada dalam posisi defensif di hadapan asesor, tetapi mampu berdiri dengan percaya diri karena seluruh proses telah kita siapkan dengan matang,” tegasnya.

Baca Juga  Kundapil, Anggota DPRD Makassar, Apiaty Amin Syam, Serap Aspirasi Warga Bara-Baraya Selatan

Workshop ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I Unibos, Dr. Sutiya Budi, S.Pi., M.Si., yang menekankan pentingnya kurikulum sebagai fondasi utama, dalam mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia menyampaikan, perubahan kurikulum merupakan keniscayaan yang harus direspons secara adaptif oleh perguruan tinggi.

“Kurikulum adalah jantung pendidikan. Jika tidak diperbarui, maka kita berisiko menghasilkan lulusan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dinamika regulasi dan perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi, untuk terus berinovasi dalam merancang sistem pembelajaran.

“Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, perubahan terjadi sangat cepat. Karena itu, kurikulum harus mampu mengakomodasi berbagai karakteristik mahasiswa dan kebutuhan stakeholder,” ungkapnya, sekaligus mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan workshop ini, sebagai ruang refleksi dan rekonstruksi akademik.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling., yang merupakan Kepala Divisi Pengendalian Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin.

Melalui kegiatan ini, Universitas Bosowa semakin menegaskan komitmennya, dalam membangun sistem pendidikan yang unggul, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran, sebagai pijakan kuat menuju rekognisi nasional maupun internasional.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO