Info Kejadian Makassar

DPK Perbankan Sulsel Masih di Atas Nasional, LPS Soroti Peran Dana Besar dan Pergeseran Wilayah

MAKASSAR, INKAM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sulawesi Selatan pada November 2025, masih berada di atas rata-rata nasional, meskipun menunjukkan kecenderungan melambat.

Kinerja ini terutama didorong oleh peningkatan DPK dari sektor swasta, serta simpanan dengan nominal di atas Rp2 miliar.

Pertumbuhan DPK tersebut sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan III 2025, yang tercatat tumbuh 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Capaian ini sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04 persen yoy, namun lebih baik dibandingkan kinerja Sulsel pada triwulan sebelumnya, yang berada di angka 4,95 persen yoy.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III, Prayitno Amigoro, mengatakan, l meskipun laju pertumbuhan DPK tidak sekuat periode sebelumnya, kondisi perbankan daerah masih menunjukkan tren yang positif dan relatif terjaga.

“Perkembangan DPK di Sulawesi Selatan masih berada di atas nasional, walaupun kami melihat adanya perlambatan pertumbuhan. Ini mencerminkan kehati-hatian perbankan dan nasabah, dalam mengelola dana di tengah dinamika perekonomian,” ujar Prayitno, saat konferensi pers di kantornya, Rabu (23/1/2026).

Berdasarkan golongan nasabah, LPS mencatat pertumbuhan DPK terutama ditopang oleh nasabah sektor swasta. Sementara itu, simpanan dari segmen pemerintah dan perorangan tercatat tumbuh lebih terbatas, sehingga kontribusinya terhadap total DPK relatif lebih kecil.

Baca Juga  Danny Pomanto Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga, di Peringatan HKG PKK ke-52

Dari sisi tiering nominal, simpanan dengan nilai di atas Rp2 miliar mencatat pertumbuhan tertinggi, dan menjadi penopang utama likuiditas perbankan daerah.

Sebaliknya, simpanan dengan nominal lebih kecil mengalami pertumbuhan yang lebih moderat, dibandingkan periode sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan, dana nasabah besar masih ekspansif, sementara masyarakat kecil dan menengah cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dananya,” jelas Prayitno.

Di sisi lain, LPS juga mencatat, DPK Sulawesi Selatan masih terkonsentrasi di Kota Makassar, dengan kontribusi mencapai 55,48 persen per November 2025.

Meski menjadi pusat simpanan terbesar, pertumbuhan DPK di Makassar menunjukkan perlambatan, dibandingkan tahun sebelumnya.

Perlambatan di Makassar terjadi, seiring meningkatnya realisasi investasi dan aktivitas ekonomi di sejumlah daerah lain.

Luwu Timur dan Luwu Utara tercatat, sebagai wilayah dengan pertumbuhan simpanan yang lebih tinggi, didorong oleh penguatan sektor industri dan perputaran ekonomi lokal.

Selain itu, beberapa daerah seperti Kabupaten Bone, Kabupaten Gowa, Kota Palopo, dan Kabupaten Wajo, turut memberikan kontribusi terhadap distribusi DPK Sulawesi Selatan.

Secara keseluruhan, simpanan dari 17 kabupaten dan kota lainnya menyumbang sekitar 25,17 persen dari total DPK daerah.

LPS menilai, kondisi ini mencerminkan mulai terjadinya pergeseran pertumbuhan ekonomi antarwilayah di Sulawesi Selatan.

Ke depan, pemerataan pertumbuhan DPK antarwilayah dinilai penting, untuk menjaga stabilitas likuiditas perbankan daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga  LPS Pastikan Penjaminan Simpanan Nasabah Tetap Aman di Atas Standar Internasional
WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO