JAKARTA, INKAM — Telkomsel kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan dampak bermakna, melalui praktik bisnis berkelanjutan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, perlindungan data pelanggan, serta pelestarian lingkungan.
Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, menilai sektor usaha memiliki peran penting, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, yang dampaknya semakin nyata dirasakan masyarakat.
Menurut Diaz, perusahaan yang konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan, akan memperoleh kepercayaan lebih besar dari publik, terutama generasi muda yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.
Ia mengapresiasi langkah Telkomsel, yang terus menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata, dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan, pertumbuhan bisnis tidak akan memiliki arti, jika tidak diiringi dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Karena itu, Telkomsel terus berupaya memastikan setiap langkah pengembangan perusahaan, memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem di sekitarnya.
Komitmen tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama keberlanjutan perusahaan, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.
Melalui Jaga Cita, Telkomsel memperluas akses digital dan memberdayakan talenta Indonesia. Sepanjang 2025, Telkomsel melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C yang didukung lebih dari 293 ribu BTS, termasuk menjangkau lebih dari 360 desa blank spot.
Selain itu, Telkomsel aktif membina sekitar 90 ribu pelajar, UMKM, komunitas, hingga talenta muda melalui berbagai program sosial berbasis digital.
Perusahaan juga memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber (cybersecurity), dan data science.
Pada pilar Jaga Data, Telkomsel memperkuat perlindungan data pelanggan melalui penerapan standar keamanan informasi internasional ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan digital yang aman, terpercaya, dan dapat diandalkan, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan berbasis data.
Sementara melalui Jaga Bumi, Telkomsel terus menekan jejak karbon operasional perusahaan. Hingga 2025, sebanyak 361 BTS telah menggunakan energi terbarukan berbasis solar panel dan mikrohidro.
Seluruh limbah elektronik perusahaan juga telah dikelola melalui skema recycle, reuse, dan refurbish, sementara seluruh kemasan kartu SIM menggunakan material yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari upaya konservasi, Telkomsel juga melakukan penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025.
Berbagai inisiatif tersebut diperkuat dengan program peningkatan ketahanan aset fisik perusahaan, mulai dari BTS hingga gedung operasional, guna menghadapi risiko perubahan iklim.
Dampak keberlanjutan Telkomsel juga dirasakan dalam aspek ekonomi. Sepanjang 2025, perusahaan mendistribusikan kembali sekitar 83 persen total pendapatannya kepada pemerintah, pemegang saham, pemasok, serta karyawan.
Kontribusi tersebut didukung jaringan lebih dari 235 ribu mitra outlet ritel, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menegaskan perjalanan menuju bisnis berkelanjutan, membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Telkomsel berkomitmen menjadi katalis perubahan sekaligus sumber inspirasi, dalam menjaga lingkungan dan mendukung target Net Zero Emission 2060, yang dicanangkan Telkom Group melalui strategi keberlanjutan GoZero.











