Lompat ke konten utama

Info Kejadian Makassar

Sektor Pembiayaan hingga Pindar Tumbuh Kuat, Mahendra Siregar: Stabilitas PVML Tetap Terjaga

JAKARTA, INKAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) tetap terjaga hingga November 2025, ditopang pertumbuhan pembiayaan yang solid dan risiko yang terkendali.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan, ketahanan sektor PVML menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, di tengah dinamika ekonomi global.

“Kinerja sektor PVML secara umum tetap resilien. Pertumbuhan pembiayaan berlangsung sehat dengan profil risiko yang terjaga, seiring penguatan pengawasan dan tata kelola,” ujar Mahendra, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2025, Kamis (9/1/2026).

OJK mencatat, piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) pada November 2025 tumbuh 1,09 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp506,82 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong pembiayaan modal kerja yang meningkat 8,99 persen yoy.

Dari sisi risiko, kualitas pembiayaan PP tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,44 persen, sementara NPF net berada di level 0,85 persen. Adapun gearing ratio tercatat sebesar 2,13 kali, masih jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

Sektor modal ventura juga mencatatkan pertumbuhan positif. Nilai pembiayaan modal ventura pada November 2025 tumbuh 1,20 persen yoy menjadi Rp16,29 triliun, berbalik arah dari kontraksi pada bulan sebelumnya.

Pada industri pinjaman daring (peer-to-peer lending), outstanding pembiayaan pada November 2025 meningkat 25,45 persen yoy menjadi Rp94,85 triliun. Tingkat risiko kredit secara agregat (TWP90) tetap terjaga di level 4,33 persen.

Baca Juga  OJK Dorong Konsolidasi BPR dan BPRS, Puluhan Bank Daerah Gabung Perkuat Daya Saing

Sementara itu, industri pergadaian mencatatkan kinerja yang sangat kuat. Penyaluran pembiayaan pada November 2025 tumbuh 42,88 persen yoy menjadi Rp125,44 triliun, dengan mayoritas pembiayaan disalurkan melalui produk gadai yang mencapai Rp102,75 triliun atau sekitar 81,92 persen dari total pembiayaan.

OJK juga mencatat pertumbuhan signifikan pada pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan. Berdasarkan data SLIK, pembiayaan BNPL pada November 2025 meningkat 68,61 persen yoy menjadi Rp11,24 triliun, dengan NPF gross tetap terjaga di level 2,78 persen.

Mahendra menegaskan, di tengah pertumbuhan tersebut, OJK terus memperkuat penegakan ketentuan dan perlindungan konsumen di sektor PVML.

Hingga Desember 2025, OJK telah menjatuhkan sanksi administratif kepada puluhan pelaku industri pembiayaan, modal ventura, penyelenggara pinjaman daring, lembaga keuangan mikro, hingga pergadaian.

“Penegakan kepatuhan ini dilakukan untuk memastikan industri PVML tumbuh secara sehat, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” tegas Mahendra.

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO