Info Kejadian Makassar

Indonesia Jadi Pemain Utama Ekonomi Islam Dunia, OJK Sulsel Dorong Peningkatan Literasi dan Daya Saing

MAKASSAR, INKAM – Indonesia kembali menegaskan posisi pentingnya, dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah global. Berdasarkan laporan State of The Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ke-3 dunia, berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi.

Keberhasilan ini dipaparkan Guru Besar Investasi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Prof. Dr. Imron Mawardi, SP., M.Si, dalam Media Gathering OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat 2025, di hotel The Alana Malang, Minggu (23/11/2025).

Prof. Imron menjelaskan, Indonesia menjadi pemain unggul pada beberapa sektor, khususnya modest fashion yang berhasil memimpin pasar global.

Selain itu, sektor halal food, cosmetics and pharmacy, hingga Muslim friendly tourism, turut memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Islam nasional.

“Secara global, aset keuangan syariah tumbuh positif dan menunjukkan ketahanan kuat di tengah tantangan ekonomi. Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat ekonomi syariah dunia,” ungkapnya.

Di tingkat domestik, aset keuangan syariah nasional mencapai Rp9.927 triliun atau menguasai 26,8 persen dari total pasar keuangan nasional.

Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja perbankan syariah yang tumbuh 9,9 persen (YoY), pasar modal syariah 11,4 persen (YoY), serta industri keuangan non-bank syariah 24,7 persen (YoY).

Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi. Salah satunya, tingkat literasi keuangan syariah yang masih berada di angka 43,42 persen, jauh tertinggal dari literasi keuangan konvensional.

Baca Juga  OJK Ingatkan Ibu Rumah Tangga, Waspada Penipuan Keuangan di Tengah Dinamika Global

Selain itu, harmonisasi regulasi, kesiapan infrastruktur halal, hingga lemahnya inovasi produk syariah menjadi pekerjaan rumah untuk memperkuat daya saing.

“Tantangan terbesar kita adalah meningkatkan literasi dan keterjangkauan layanan syariah, agar masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan produk halal,” jelas Prof. Imron.

Selain itu, dominasi produk impor terutama di sektor kosmetik dan farmasi, juga menghambat perkembangan pelaku industri lokal.

Ukuran bisnis yang masih kecil, berdampak pada biaya operasional tinggi dan minimnya SDM unggul.

Dengan potensi pasar global yang diproyeksikan tumbuh hingga USD 10,8 triliun pada 2028, kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dinilai sangat penting.

OJK disebut memiliki peran krusial, dalam memperkuat regulasi dan ekosistem halal yang terintegrasi.

Upaya bersama ini, diharapkan semakin mempercepat langkah Indonesia, menuju tujuan besar: menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah termaju di dunia.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO