MAKASSAR, INKAM – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Sugeng Hartono, S.E., M.M., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pembentukan Satgas Gugus Tugas Kedaulatan Pangan TNI secara virtual, yang dipimpin langsung Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Vicon Puskodalops Kodam, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (25/7/2025).
Rakor ini merupakan langkah awal TNI, dalam membentuk gugus tugas khusus, yang akan berperan aktif mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Langkah ini sejalan dengan tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004, khususnya Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 9.
Asops Panglima TNI menekankan pentingnya sinergi antarmatra, baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU, dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pangan.
Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi dan merumuskan langkah operasional bersama, agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif, masif, dan terintegrasi hingga ke pelosok Tanah Air.
Dalam paparannya, Mayjen TNI Gabriel Lema menjelaskan, Gugus Tugas Kedaulatan Pangan akan fokus pada pemanfaatan lahan tidur, peningkatan produksi pertanian, dan kesejahteraan petani.
Kegiatan akan mencakup pendampingan lahan produktif, pembangunan embung, pengawasan irigasi, hingga pelatihan petani dan pemuda desa yang melibatkan Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan.
Tak hanya kekuatan militer, satgas ini juga akan menjalin kolaborasi lintas sektor dengan kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan swasta.
Program ini mencakup stabilisasi harga gabah sesuai HPP, perlindungan pascapanen, serta distribusi pupuk yang tepat sasaran, guna menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan tahan krisis.
Kasdam XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Sugeng Hartono, dalam keterangannya menyampaikan kesiapan Kodam XIV/Hasanuddin, untuk mendukung penuh program nasional ini, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
“Kami siap mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang ada, demi mendorong kemandirian pangan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Kodam akan mengerahkan seluruh komponen teritorial dalam menyukseskan implementasi program, termasuk koordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga perangkat desa.
Langkah ini dinilai strategis, untuk menjangkau daerah-daerah yang belum tersentuh secara optimal, dalam pengembangan ketahanan pangan.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi TNI, untuk menegaskan perannya sebagai pilar utama ketahanan nasional, tak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan berkelanjutan, melalui ketahanan pangan yang kuat dan merata.















