Info Kejadian Makassar

Laboratorium Kimia Farmasi Unhas Bahas Kimia Analisis dan Penjaminan Mutu

MAKASSAR, INKAM – Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap keamanan dan kualitas produk kesehatan, kimia analisis farmasi menempati posisi yang semakin strategis.

Bidang ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengujian, tetapi juga menjadi fondasi ilmiah, dalam memastikan setiap sediaan farmasi memenuhi standar mutu yang ketat.

Pemahaman tersebut menjadi fokus dalam kegiatan ilmiah yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. apt. Abdul Rohman, SF., M.Si (Guru Besar Universitas Gadjah Mada).

Dalam pemaparannya, Prof Rohman menegaskan, kimia analisis farmasi memiliki peran krusial dalam menjamin mutu produk kesehatan, mulai dari tahap awal hingga produk siap digunakan oleh masyarakat.

“Proses analisis mencakup identifikasi bahan, pemurnian, hingga penentuan kadar zat aktif secara presisi. Seluruh tahapan ini bertujuan untuk memastikan keamanan, khasiat, dan stabilitas produk farmasi,” jelas Prof Rohman.

Lebih lanjut, dirinya menekankan bahwa analisis farmasi juga berfungsi sebagai mekanisme deteksi dini terhadap keberadaan pengotor.

Pengawasan terhadap parameter fisikokimia dinilai sangat penting, untuk menjaga konsistensi mutu produk sepanjang siklus produksinya.

Dalam praktik laboratorium, keandalan hasil analisis sangat bergantung pada metode yang digunakan. Oleh karena itu, validasi dan verifikasi metode menjadi aspek yang tidak terpisahkan dalam menjamin kualitas data yang dihasilkan.

Menurutnya, metode analisis harus mampu menghasilkan data yang akurat, presisi, dan dapat direproduksi.

“Seorang analis harus bekerja secara sistematis dan terstandar. Setiap tahapan analisis perlu terdokumentasi dengan baik agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun regulative,” tambah Prof Rohman.

Baca Juga  Unhas dan BPOM RI Bangun Sinergi Strategis Dorong Hilirisasi Produk Riset Kampus

Dalam paparannya, dijelaskan pula empat pilar utama dalam siklus penjaminan mutu produk farmasi. Pilar pertama adalah identifikasi dan karakterisasi bahan baku, untuk memastikan keaslian dan kualitas material yang digunakan.

Pilar kedua mencakup pengendalian mutu selama proses produksi (in-process control), yang bertujuan untuk mencegah terjadinya deviasi sejak tahap awal.

Selanjutnya, pilar ketiga adalah pengujian produk jadi, dan pilar keempat adalah uji stabilitas untuk menjamin kualitas selama masa simpan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Laboratorium Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin melalui webinar bertajuk “Penerapan Kimia Analisis Farmasi dalam Penjaminan Mutu Sediaan Farmasi”, berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (25/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Farmasi Unhas, Abdul Rahim, S.Si., M.Si., Ph.D., apt., menegaskan pentingnya penguatan keilmuan kimia analisis farmasi, sebagai pondasi dalam menjawab tantangan mutu produk kesehatan yang semakin kompleks.

Menurutnya, kolaborasi antara akademisi dan pakar menjadi kunci dalam menjaga standar kualitas, yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dirinya berharap, kegiatan ilmiah seperti ini dapat terus menjadi ruang strategis dalam memperkuat kapasitas keilmuan sivitas akademika, sekaligus mendorong lahirnya praktik-praktik analisis yang unggul, akurat, dan berdaya saing global.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO