INKAM, MAKASSAR – Politeknik Bosowa (Poltekbos) hadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev), yang dilaksanakan dalam rangka memantau kinerja Konsorsium Ekosistem Kemitraan Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) di wilayahSulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (SULTANBATARA), yang di gelar di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Kamis (21/3/24).
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Mitra DUDI (Dunia Usaha Dan DuniaIndustri), seluruh tim kerja, serta perwakilan pimpinan perguruan tinggi vokasi anggota konsorsium, termasuk Politeknik Bosowa, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan dan Politeknik Bombana.
Kegiatan Monev ini bertujuan, untuk mengevaluasi capaian kinerja dari Konsorsium PTV Sultanbatara.
Wakil Direktur 2 Politeknik Bosowa, Isminarti menyampaikan harapannya, kegiatan ini dapat memberikan pandangan mendalam, mengenai langkah-langkah dan strategi selanjutnya, dalam menyusun rencana inovasi dan kebijakan, terkait dengan ekosistem kemitraan vokasi dan dunia usaha industri di wilayah Sultanbatara.
“Dalam konteks penyusunan dokumen Innovation Planning, Politeknik Bosowa dengan bangga menyatakan kesiapannya, untuk berkontribusi secara aktif,” ungkapnya.
Sebagai salah satu bagian dari Bosowa Corporindo, Politeknik Bosowa siap untuk menyukseskan penyusunan dokumen Innovation Planning, bersama-sama dengan seluruh dukungan dari stakeholder yang ada di Bosowa Corporindo.
Direktur Politeknik Bosowa, Alang Sunding, turut mengapresiasi inisiatif yang diambil.
Ia menyampaikan harapannya, agar Politeknik Bosowa dapat terlibat secara aktif, dalam penyusunan dan realisasi dari dokumen Innovation Planning, yang akan diterapkan pada tahun 2025 mendatang.
Dengan keterlibatan aktif Politeknik Bosowa dalam proses ini, Alang berharap, agar Politeknik Bosowa sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terbaik di Indonesia Timur, dapat menunjukkan kontribusi nyata, dalam upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan vokasi, dan penyerapan tenaga kerja vokasi di wilayah Sultanbatara.
“Hal ini merupakan komitmen dari Politeknik Bosowa, untuk mendukung perkembangan ekosistem kemitraan vokasi dan dunia usaha industri di wilayah tersebut,” harapnya.
Menurut Hedy Agah, tim pakar dari Mitra DUDI untuk konsorsium PTV Sultanbatara, progres capaian kinerja dari konsorsium tersebut mengalami peningkatan yang signifikan.
Mereka terus berupaya meningkatkan kerja sama, antara ekosistem vokasi dan dunia usaha industri, untuk menghadapi tantangan masa depan di wilayah Sultanbatara.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini, bukan hanya dilaksanakan di Politeknik Negeri Ujung Pandang, namun juga berlangsung secara serentak di seluruh 20 konsorsium PTV, yang tersebar di wilayah Indonesia.
Konsorsium Sultanbatara, yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara, menjalani Monev pada tanggal 21 Maret 2024.
Hasil akhir dari kegiatan Monev ini, mencakup model dan gambaran teknis pelaksanaan konsultasi Delphy, dan pemodelan sistem dinamik.
Tujuannya, untuk menentukan proyeksi kebutuhan tenaga kerja vokasi di masa depan, di wilayah Sultanbatara.
Diharapkan bahwa pada tahun 2025, inovasi vokasi dapat diciptakan, untuk mendukung peningkatan penyerapan tenaga kerja vokasi di wilayah Sultanbatara.
Inovasi-inovasi tersebut akan ditentukan, melalui hasil horizon scanning dan konsultasi dengan pakar di berbagai bidang, seperti Sosial, Teknologi, Ekonomi,Lingkungan, Politik dan Nilai-nilai (STEEPV) yang ada di wilayah Sultanbatara.















