INKAM, MAKASSAR – Kredit konsumtif menjadi penggerak utama, pertumbuhan penyaluran kredit di wilayah Sulampua pada Maret 2025.
Berdasarkan data Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), kredit konsumtif mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan jenis kredit lainnya.
Pertumbuhan kredit konsumtif tercatat sebesar 8,27 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai penyaluran mencapai Rp76,89 triliun.
Menariknya, peningkatan ini terjadi dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang tetap terjaga pada level 1,65 persen.
Sementara itu, kredit produktif mengalami pertumbuhan lebih moderat sebesar 0,20 persen yoy, dengan total penyaluran sebesar Rp89,39 triliun.
Adapun rasio NPL pada kredit produktif, berada di angka 3,90 persen.
Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, menjelaskan, tren peningkatan kredit konsumtif mengindikasikan, daya beli masyarakat yang masih kuat, serta permintaan pembiayaan rumah tangga yang tetap tinggi.
“Kualitas kredit tetap baik, menunjukkan bahwa kemampuan bayar debitur tidak tergerus oleh tekanan ekonomi global,” ujarnya.
Muchlasin menambahkan, kondisi ini menjadi sinyal positif, bahwa sektor jasa keuangan di Sulsel tidak hanya tumbuh, tetapi juga dikelola dengan prinsip kehati-hatian, yang penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi wilayah.












