Info Kejadian Makassar

Layanan IASC Diharapkan Cegah Penipuan Keuangan di Indonesia

INKAM, JAKARTA – Indonesia Anti-Scam Center (IASC) dibentuk sebagai respons atas maraknya penipuan transaksi keuangan di Indonesia.

Pembentukan IASC diawali dengan pendataan terhadap 10 bank besar selama 2,5 tahun, di mana ditemukan 155 ribu laporan terkait kehilangan dana masyarakat, dengan total kerugian mencapai Rp2,6 triliun.

“Indonesia tertinggal dibanding negara-negara tetangga, dalam menangani penipuan keuangan. Karena itu, IASC hadir sebagai solusi,” ungkap Direktur Analisis Eksekutif Senior OJK, Hudiyanto.

IASC berfungsi sebagai forum koordinasi yang melibatkan Satgas PASTI, asosiasi perbankan, sistem pembayaran, dan e-commerce.

Forum ini bertugas melacak dan memblokir transaksi mencurigakan secara cepat, melindungi data pribadi, dan memverifikasi laporan masyarakat.

Jika pelaku penipuan terbukti bersalah, mereka akan masuk daftar hitam di semua lembaga jasa keuangan.

Hudiyanto menambahkan, ke depan, IASC akan mengembangkan sistem yang disebut Si Pelaku, untuk memantau lebih lanjut aktivitas penipuan.

Selain itu, pelaku yang berulang kali melakukan penipuan, akan dikenai tindakan hukum oleh Bareskrim.

Masyarakat dapat melaporkan kejadian penipuan melalui website http://iasc.ojk.go.id, dengan melampirkan bukti pendukung.

“Kecepatan laporan sangat penting untuk menyelamatkan dana korban,” ujarnya.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Layanan Konsumen OJK di Kontak 157 atau email iasc@ojk.go.id.

Baca Juga  OJK Dorong Pemanfaatan Rumah Subsidi dalam Penyaluran KPR Sulsel
WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO