Info Kejadian Makassar

Limbah Tulang Sapi Lokal, Jadi Bahan Tambal Gigi Pertama Bersertifikasi Halal di Indonesia

INKAM, MAKASSAR – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melakukan penelitian inovatif dengan memanfaatkan limbah tulang sapi lokal, sebagai bahan dasar untuk tambal gigi.

Penelitian ini dipimpin oleh drg. Fuad Husain Akbar MARS, Ph.D., yang berhasil mendapatkan dana hibah penelitian multi-tahun.

Inisiatif ini bertujuan, untuk memenuhi permintaan akan bahan tambal gigi yang ramah lingkungan dan terjangkau, serta menjadikannya produk tambal gigi pertama di Indonesia yang bersertifikasi halal.

“Proyek ini berawal dari tingginya permintaan akan bahan tambal gigi yang aman, terjangkau, dan memiliki daya tahan tinggi,” jelas drg. Fuad saat ditemui pada Rabu (30/10).

Salah satu keunggulan penelitian ini, adalah pemanfaatan potensi mineral alami dalam tulang sapi.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sapi yang disembelih secara nasional mencapai hampir dua juta ekor per tahun, namun pengolahan limbah tulang ini masih belum optimal.

Hal ini berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan serta masalah kesehatan, seperti gigi berlubang.

Saat ini, permintaan akan material tambal gigi di Indonesia sangat tinggi, namun semua bahan masih diimpor, menyebabkan biaya tambal gigi menjadi tidak terjangkau bagi masyarakat.

“Kita menghadapi masalah kesehatan gigi berlubang yang cukup signifikan. Dengan memanfaatkan limbah tulang sapi, kami berharap dapat memberikan solusi yang lebih baik,” tambah drg. Fuad.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi PB IPMIL Raya Bahas Sinergi Program

Hasil penelitian yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kota Makassar pada Oktober 2024, menunjukkan bahwa hidroksiapatit, yang merupakan komponen utama untuk bahan tambal gigi, dapat diekstraksi dari limbah tulang sapi.

Limbah ini mengandung 93% hidroksiapatit dan 7% β-Trikalsium-fosfat.

“Komposit adalah salah satu bahan tambal gigi yang paling populer di kalangan dokter gigi. Gigi berlubang biasanya ditambal menggunakan semen ionomer atau komposit,” ujar drg. Fuad.

Sementara itu, Dr. Hasta Handayani Idrus dari BRIN menjelaskan bahwa hidroksiapatit, akan disintesis dari limbah tulang sapi, menggunakan metode Sol-Gel untuk menghasilkan serbuk HA berwarna putih bersih.

Proses karakterisasi serbuk tersebut dilakukan melalui teknik X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy – Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS).

Produk tambal gigi dari limbah tulang sapi ini, akan menjalani serangkaian uji klinis dan pengembangan lebih lanjut, dengan harapan dapat segera menghadirkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat, dan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.

Inovasi ini diharapkan tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberikan solusi kesehatan gigi yang lebih terjangkau, dan halal bagi masyarakat Indonesia.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO