INKAM, MAKASSAR – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Darwisman, menekankan pentingnya inklusi keuangan, dalam memperkuat perekonomian di wilayah timur Indonesia.
Dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Wilayah Timur yang digelar di Makassar, Kamis (29/8/2024), Darwisman menyatakan bahwa peningkatan inklusi keuangan, merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
“Melalui inklusi keuangan, kita bisa memperkuat perekonomian dan mendorong pertumbuhan yang lebih merata di wilayah timur Indonesia. Saat ini, ekonomi di Sulampua tumbuh sebesar 6,74 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,07 persen,” ungkapnya.
Ini menunjukkan bahwa potensi wilayah ini sangat besar, dan menurut Darwisman, inklusi keuangan adalah salah satu cara untuk memaksimalkannya.
Darwisman juga menegaskan, bahwa OJK terus berkomitmen untuk mendukung program-program, yang dapat meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat di wilayah Sulampua.
Program-program tersebut, menurutnya, akan terus dievaluasi dan, jika terbukti efektif, akan direplikasi ke seluruh wilayah.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menambahkan bahwa tantangan ekonomi pada tahun 2025, akan lebih berat dibandingkan saat ini.
Oleh karena itu, ia mendorong TPAKD untuk lebih optimal dalam menjalankan program-program OJK, guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Dengan kondisi fiskal yang sedang tidak baik-baik saja, kita harus siap menghadapi tantangan yang lebih berat di tahun 2025. Peran OJK dalam memberikan edukasi, literasi, dan inklusi keuangan sangat penting untuk mempersiapkan masyarakat,” ujar Jufri.
Jufri juga menekankan bahwa rapat koordinasi ini sangat krusial, dalam menentukan arah pembangunan di kawasan Sulampua untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan, dengan peran OJK sebagai salah satu pilar utama, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inklusi keuangan.
Selain Darwisman dan Jufri Rahman, rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Direktur Inklusi Keuangan OJK, Edwin Nurhadi, dan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Bambang Ardianto, serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.















