MAKASSAR, INKAM – Keberhasilan 176 murid Ranu Harapan Islamic School (RHIS) menuntaskan ujian hafalan Al-Qur’an, hingga berhak mengikuti Wisuda Tahfidz, menjadi bukti nyata hasil kolaborasi antara guru, orang tua, dan peserta didik.
Bagi Asria, orang tua siswa RHIS, perubahan karakter dan ibadah anaknya, menjadi pencapaian yang jauh lebih berharga dibanding sekadar prestasi akademik.
Asria, orang tua dari Muhammad Iqas Al Furqan, siswa SMA Ranu Harapan Islamic School, mengaku sejak awal memilih RHIS, dengan harapan anaknya tumbuh menjadi generasi yang mencintai Allah SWT, memiliki akhlak mulia, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Menurutnya, keputusan tersebut terbukti tepat. Selama menempuh pendidikan di RHIS, ia menyaksikan perubahan besar pada putranya, mulai dari cara berbicara, kedisiplinan beribadah, hingga kemampuan menghafal Al-Qur’an yang terus berkembang.
“Alhamdulillah, anak saya berubah dari semua kebiasaan lamanya. Tutur katanya lebih baik, ibadahnya semakin terjaga, hafalan Al-Qur’annya terus bertambah. Sekarang sudah hafal tiga juz. Itu yang paling kami syukuri sebagai orang tua,” ujar Asria.
Ia mengungkapkan, meski banyak pilihan sekolah negeri maupun swasta, keluarganya tetap mempercayakan pendidikan anak kepada RHIS, karena kualitas pembinaan karakter dan perhatian para guru yang dinilai sangat istimewa.
“Banyak sekolah di luar sana, tetapi saya tetap memilih RHIS. Kualitas maupun perhatian guru-gurunya luar biasa. Mereka mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang, seperti orang tua sendiri di sekolah,” katanya.
Asria menilai, salah satu keunggulan RHIS adalah komitmen para guru dalam mendampingi seluruh murid, tanpa membedakan latar belakang maupun kemampuan masing-masing. Sikap tersebut membuat setiap anak memperoleh perhatian yang sama, selama menjalani proses belajar.
“Guru-guru di RHIS tidak pernah membedakan anak-anak. Semua mendapatkan perhatian yang sama. Cara mereka mendidik juga sangat luar biasa sehingga anak-anak merasa nyaman dan termotivasi untuk terus belajar,” tuturnya.
Menurut Asria, keberhasilan putranya menghafal tiga juz Al-Qur’an, sekaligus lolos mengikuti Wisuda Tahfidz, merupakan buah dari kegigihan para guru yang terus membimbing, kesungguhan murid dalam belajar, serta kepercayaan orang tua terhadap sistem pendidikan yang diterapkan RHIS.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Yayasan Ranu Prima menggelar Wisuda Tahfidz secara gratis bagi 176 murid RHIS yang dinyatakan lulus ujian hafalan Al-Qur’an.
Prosesi wisuda berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar pada Jumat (17/7/2026), bertepatan dengan peringatan 9 tahun Ranu Harapan Islamic School.
Program Tahfidz Al-Qur’an menjadi salah satu program unggulan RHIS. Selain membina hafalan Al-Qur’an, sekolah juga memperkuat kemampuan berbahasa Inggris dan Arab, serta penguasaan dasar-dasar matematika, sebagai bekal membentuk generasi Islami yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.












