MAKASSAR, INKAM — Peran sekolah dalam membentuk karakter dan meningkatkan prestasi akademik siswa, mendapat apresiasi dari para orang tua.
Salah satunya disampaikan Sutrisno, orang tua Muhammad Zulfadli Fayyadh, siswa SMA di Ranu Harapan Islamic School (RHIS), yang menilai putranya mengalami perubahan signifikan, sejak menempuh pendidikan di sekolah berbasis Islam tersebut.
Menurut Sutrisno, keputusan memilih RHIS didasari sejumlah pertimbangan, mulai dari biaya pendidikan yang terjangkau, hingga program pembelajaran yang dinilai lengkap.
Ia menilai, RHIS tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan melalui program Tahfidz Al-Qur’an.
“Saya memilih menyekolahkan anak di RHIS karena biaya SPP-nya cukup terjangkau. Selain itu, kegiatan belajar di sekolah sangat variatif, salah satunya program hafalan Al-Qur’an yang menjadi nilai tambah bagi anak-anak,” ujar Sutrisno.
Ia juga mengapresiasi perhatian RHIS, terhadap perkembangan pendidikan siswa secara menyeluruh. Menurutnya, sekolah menyediakan bimbingan belajar, yang membantu peserta didik mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Ada juga program bimbingan belajar. Harapan saya, tentu anak saya nantinya bisa melanjutkan pendidikan dan diterima di perguruan tinggi negeri,” katanya.
Sutrisno mengungkapkan, sebelum bersekolah di RHIS, putranya sempat mengalami kendala dalam motivasi belajar. Namun berkat pendampingan serta dorongan yang diberikan para guru, semangat belajar anaknya kini meningkat.
“Anak saya sebelumnya memang kurang memiliki motivasi belajar. Di RHIS, para tenaga pendidik terus memberikan semangat dan motivasi. Alhamdulillah sekarang saya melihat perubahan yang sangat baik,” ungkapnya.
Perubahan tersebut, lanjut Sutrisno, juga terlihat dari kemampuan akademik Muhammad Zulfadli Fayyadh, khususnya pada mata pelajaran matematika. Ia menilai pemahaman anaknya berkembang jauh lebih baik, dibandingkan sebelumnya.
“Dari sisi matematika, pengetahuannya sekarang jauh lebih baik. Dulu saat masih SMP, pemahamannya belum seperti sekarang. Alhamdulillah ada peningkatan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Tidak hanya di bidang akademik, perubahan juga terlihat pada aspek spiritual. Sutrisno mengaku bersyukur, karena putranya kini lebih rajin menjalankan ibadah, setelah mendapatkan pendidikan di RHIS.
“Kalau dari pendidikan agama, Alhamdulillah juga ada perubahan. Dulu anak saya masih agak malas beribadah, sekarang sudah mau melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat. Itu yang paling kami syukuri sebagai orang tua,” tuturnya.
Meski memberikan apresiasi terhadap kualitas pendidikan di RHIS, Sutrisno berharap sekolah terus berbenah, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana, untuk menunjang proses belajar mengajar yang semakin optimal.
“Saya berharap ke depan sarana dan prasarana sekolah dapat terus ditingkatkan agar proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan berkualitas,” katanya.
Sebagai informasi, RHIS kembali menggelar Wisuda Tahfidz bagi 176 siswa yang dinyatakan lulus ujian hafalan Al-Qur’an. Wisuda yang digelar secara gratis oleh Yayasan Ranu Prima di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar pada Jumat (17/7/2026) tersebut, menjadi bagian dari peringatan 9 tahun Ranu Harapan Islamic School.
Program Tahfidz Al-Qur’an menjadi salah satu prioritas RHIS, selain penguatan kemampuan berbahasa Inggris dan Arab serta penguasaan dasar-dasar matematika, sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.











