MAKASSAR, INKAM — Kepercayaan masyarakat terhadap Ranu Harapan Islamic School (RHIS) terus tumbuh, seiring konsistensi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Salah satu apresiasi datang dari Asrul Abbas, orang tua Abu Qatadah, siswa Sekolah Dasar (SD) RHIS, yang mengaku puas dengan perkembangan putranya, sejak menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Menurut Asrul, keputusan memilih RHIS bukan tanpa pertimbangan. Selain lokasinya yang dekat dari tempat kerjanya, ia tertarik dengan konsep sekolah Islam, yang memadukan pendidikan agama dengan pembelajaran bilingual.
“Saya memilih RHIS karena lokasinya dekat dari tempat kerja. Selain itu, saya melihat latar belakangnya sebagai Islamic School. Setelah mencari informasi melalui berbagai media, saya mengetahui sekolah ini juga menerapkan pembelajaran bilingual dan sangat mengutamakan pendidikan Islam. Hal itu yang membuat saya yakin menyekolahkan anak di RHIS,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan anaknya selama belajar di RHIS sangat menggembirakan. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter serta kemampuan menghafal Al-Qur’an, yang menjadi salah satu program unggulan sekolah.
“Aspek pembentukan karakter sangat berperan. Selain itu, sekolah juga membantu anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an. Itu memang menjadi tujuan utama kami sebagai orang tua, yaitu menghadirkan generasi Islami yang mencintai dan menghafal Al-Qur’an,” katanya.
Asrul berharap, bekal pendidikan yang diperoleh anaknya di RHIS, dapat menjadi fondasi kuat untuk masa depan, sekaligus menjadi kebanggaan keluarga.
“Harapan kami, anak-anak yang tumbuh bersama Al-Qur’an, kelak bisa membanggakan orang tua melalui jalan Islam dan memiliki akhlak yang baik di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Memasuki usia ke-9 tahun, RHIS kembali menggelar Wisuda Tahfidz yang diikuti 176 siswa yang dinyatakan lulus ujian hafalan Al-Qur’an.
Wisuda tersebut diselenggarakan secara gratis oleh Yayasan Ranu Prima, sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para siswa dan dedikasi para guru dalam membimbing peserta didik.
Asrul pun berharap, RHIS terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang semakin berkualitas, dan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pendidikan.
“Semoga RHIS terus berkembang, semakin berjaya, dan selalu mengutamakan pendidikan Islami. Itulah harapan kami sebagai orang tua yang mempercayakan pendidikan anak di Ranu Harapan Islamic School,” tutupnya.











