Info Kejadian Makassar

Mahasiswa Universitas Ciputra Makassar Dampingi UMKM Maros, Tingkatkan Literasi Keuangan

MAROS, INKAM – Perkembangan teknologi telah mendorong perubahan besar dalam pola pengelolaan usaha dan sistem transaksi pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penggunaan transaksi non-tunai dan teknologi pembayaran digital, kini semakin umum digunakan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Namun, di balik perkembangan tersebut, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan usaha, pemanfaatan teknologi digital, hingga pemahaman mengenai keamanan transaksi online.

Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan UMKM lokal, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Ciputra Makassar, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Literasi Keuangan dan Keamanan Transaksi Digital pada UMKM D’Pojok Cake & Bakery” yang berlokasi di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu, Yuyun K. M. Suade, S.M., M.M., CPSP., dengan melibatkan 10 anggota tim pelaksana.

Kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan wawancara awal pada 7 Mei 2026, untuk mengidentifikasi kondisi usaha serta berbagai kendala yang dihadapi oleh pemilik UMKM, Nuraeni Mustari.

Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa pencatatan transaksi usaha masih dilakukan secara manual menggunakan nota sederhana, sehingga pengelolaan keuangan belum tersusun secara rapi dan konsisten.

Selain itu, pemilik usaha juga masih mengalami kesulitan dalam menentukan Harga Pokok Produksi (HPP), menghitung biaya kerja, serta mengetahui keuntungan usaha secara pasti, karena perhitungan masih dilakukan berdasarkan perkiraan.

Baca Juga  Mahasiswa UC Makassar Dampingi UMKM Roti Bakar Kuy, Hadirkan Strategi Bisnis Lebih Modern

Dalam aspek penggunaan teknologi pembayaran, UMKM D’Pojok Cake & Bakery diketahui telah menggunakan QRIS sebagai metode transaksi non-tunai.

Namun, masih ditemukan beberapa kendala dalam proses penggunaannya, sehingga diperlukan pemahaman lebih lanjut mengenai sistem pembayaran digital yang efektif dan aman.

Pemilik usaha juga menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari penggunaan kasir digital, guna membantu proses pencatatan transaksi agar lebih praktis, efisien, dan terorganisir.

Selain itu, tim pelaksana juga menemukan adanya permasalahan terkait keamanan transaksi online. Pemilik usaha mengaku, pernah mengalami penipuan berupa bukti transfer palsu, serta menerima tawaran pinjaman online yang mencurigakan.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan literasi digital, khususnya dalam mengenali berbagai bentuk scam atau penipuan transaksi, yang kini semakin marak terjadi di kalangan pelaku usaha.

Berdasarkan hasil identifikasi masalah tersebut, tim kemudian menyusun materi edukasi dan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM.

Pelaksanaan kegiatan edukasi dilaksanakan pada 26 Mei 2026, melalui sesi presentasi materi, diskusi interaktif, serta wawancara evaluasi setelah penyampaian materi.

Adapun materi yang diberikan meliputi pencatatan keuangan sederhana, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pemanfaatan kasir digital, penggunaan transaksi non-tunai, serta edukasi mengenai keamanan transaksi digital.

Ketua tim pelaksana, Muh. Daffa Al Ayyuby Sulaeman, menyampaikan, penguatan literasi keuangan dan pemahaman teknologi menjadi langkah penting bagi UMKM, agar mampu berkembang secara berkelanjutan di era ekonomi modern.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulsel Instruksikan TPID Koordinasi ke Pertamina dan Forkopimda, untuk Atasi Kelangkaan BBM

“Saat ini UMKM perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, agar pengelolaan usaha menjadi lebih tertata dan aman. Melalui kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha dapat lebih percaya diri dalam memanfaatkan sistem transaksi digital, serta mulai menerapkan pencatatan keuangan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik UMKM D’Pojok Cake & Bakery, Nuraeni Mustari, menyampaikan, kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan usahanya saat ini.

“Kegiatan ini sangat membantu kami, dalam memahami cara mengelola keuangan usaha dengan lebih rapi, serta mengetahui cara menggunakan transaksi digital dengan lebih aman. Materi yang diberikan juga sangat mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi usaha kami,” tuturnya.

Berdasarkan hasil wawancara setelah pelaksanaan materi, pemilik usaha menunjukkan antusiasme dan komitmen untuk mulai melakukan perubahan dalam pengelolaan usahanya, khususnya dalam pencatatan keuangan dan pemanfaatan teknologi pembayaran digital.

Hal tersebut menunjukkan, kegiatan pendampingan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran pelaku UMKM, terhadap pentingnya transformasi usaha yang terstruktur dan aman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Ciputra Makassar tidak hanya hadir sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai mitra belajar bagi pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.

Diharapkan kegiatan pendampingan seperti ini, dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan UMKM yang lebih adaptif, mandiri, dan siap bersaing di tengah perkembangan teknologi dan transformasi bisnis yang semakin pesat.

Baca Juga  HUT ke-23 Luwu Timur: Dari Daerah Sumber Daya Menuju Pusat Industri Berkelanjutan di Indonesia Timur
WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO