Info Kejadian Makassar

Sosok Inspiratif di Balik Dapur TMMD 128 Selayar: Ibu Martati, Pahlawan Tanpa Sorotan

SELAYAR, INKAM – Di balik suksesnya pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 oleh Kodim 1415/Selayar, tersimpan kisah inspiratif dari sosok sederhana yang penuh dedikasi.

Dialah Ibu Martati (52), wanita tangguh yang menjadi tulang punggung dapur Satgas TMMD di Kelurahan Batangmata Sapo.

Perannya mungkin tidak terlihat di garis depan pembangunan fisik, namun kontribusinya sangat vital. Dari dapur sederhana di rumahnya, Ibu Martati memastikan kebutuhan konsumsi puluhan personel Satgas TMMD terpenuhi setiap hari.

Bersama dua juru masak lainnya serta lima warga yang turut membantu, Ibu Martati mengelola dapur umum yang melayani sekitar 97 personel TNI dan Polri. Rumahnya pun disulap menjadi pusat aktivitas dapur, sekaligus ruang kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

Aktivitas dapur dimulai sejak dini hari. Tepat pukul 03.00 WITA, Ibu Martati sudah mulai menyiapkan sarapan bagi para personel. Usai sarapan, ia bersama tim kembali melanjutkan persiapan untuk makan siang hingga makan malam tanpa henti.

“Kami sangat senang bisa ikut membantu kegiatan TMMD ini. Saya bangga rumah saya bisa menjadi tempat makan bagi bapak-bapak TNI dan Polri yang sedang membangun desa kami,” ujar Ibu Martati dengan penuh semangat, Sabtu (2/5/2026).

Ketersediaan bahan makanan untuk dapur umum juga terjaga berkat dukungan Serda Hari Sugiman yang rutin mengantarkan logistik setiap hari. Hal ini memastikan kebutuhan konsumsi Satgas berjalan lancar tanpa kendala.

Baca Juga  Kodam XIV/Hasanuddin Gelar Doa Bersama Wujud Syukur HUT ke-80 TNI Tahun 2025

Keberadaan dapur umum ini menjadi bukti, bahwa kesuksesan program TMMD tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik di lapangan, tetapi juga oleh peran penting masyarakat di belakang layar.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan Ibu Martati, dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempererat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat.

Kisah Ibu Martati menjadi cerminan nyata bahwa kontribusi sekecil apa pun, memiliki arti besar dalam pembangunan desa. Ia bukan hanya juru masak, tetapi juga simbol kebersamaan dan pengabdian tanpa pamrih.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO