MAKASSAR, INKAM — Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal stadium 3.
Kepergian pelantun lagu Nuansa Bening itu, menjadi akhir dari perjalanan panjang yang penuh harapan, perjuangan, dan keteguhan hati menghadapi penyakit yang dideritanya selama tujuh tahun terakhir.
Perjalanan medis Vidi bermula pada Oktober 2019. Saat itu, ia memeriksakan diri ke dokter THT karena mengalami gangguan pada suaranya. Dari pemeriksaan awal, dokter menemukan tekanan darahnya sangat tinggi.
Pemeriksaan lanjutan di Singapura, kemudian mengungkap fakta mengejutkan: terdapat benjolan berukuran sekitar 5 sentimeter di ginjal kirinya, yang didiagnosis sebagai kanker ginjal stadium 3.
Pada Desember 2019, Vidi menjalani operasi besar untuk mengangkat ginjal kirinya secara total. Operasi tersebut berhasil dilakukan, namun dokter mengingatkan, bahwa jenis sel kanker yang dideritanya bersifat agresif dan berpotensi menyebar.
Ujian berikutnya datang pada pertengahan 2021. Sel kanker diketahui telah mengalami metastasis, atau penyebaran ke beberapa bagian tubuhnya. Namun di tengah perjuangan berat itu, Vidi memilih tetap menjalani hidup dengan optimisme.
Ia bahkan mempopulerkan istilah “Spa Day”, untuk menyebut sesi kemoterapi dan radiasi yang harus dijalaninya secara rutin setiap tiga minggu sekali.
Cara itu menjadi bentuk upayanya menjaga semangat, sekaligus memberi inspirasi bagi para pejuang kanker lainnya, agar tetap kuat menghadapi pengobatan.
Memasuki November 2025, kondisi kesehatan Vidi mulai menurun. Melalui unggahan di media sosialnya pada 1 November 2025, ia mengumumkan akan mengambil jeda dari aktivitas panggung.
Vidi mengaku membutuhkan waktu, untuk fokus menjalani proses pemulihan secara intensif.
Dalam refleksi akhir tahun 2025, Vidi juga sempat menuliskan pesan menyentuh, tentang bagaimana penyakit yang dideritanya telah mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
Ia mengaku belajar lebih menghargai setiap detik kehidupan, dan memandang cobaan tersebut sebagai hikmah yang memperdalam spiritualitasnya.
Setelah perjuangan panjang melawan penyakitnya, Vidi Aldiano akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Sabtu sore. Ia wafat di usia 35 tahun.
Ayahandanya, Harry Kiss, mengonfirmasi bahwa Vidi meninggal dengan tenang didampingi oleh keluarga tercinta, termasuk sang istri Sheila Dara Aisha.
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya di seluruh Indonesia. Namun karya dan semangat hidupnya akan terus dikenang, sebagai inspirasi tentang keberanian menghadapi cobaan hidup.
Selamat jalan, Vidi Aldiano. Suaramu mungkin telah terdiam, tetapi kisah perjuanganmu akan terus hidup di hati banyak orang.












