GOWA, INKAM — Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, menegaskan komitmen penuh dalam memerangi praktik mafia werving, pada proses penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2026.
Penegasan itu disampaikan, saat memimpin Sidang Pemilihan Tingkat Pusat Sub Panpus Kodam XIV/Hasanuddin yang diikuti 383 calon siswa di Aula Rindam XIV/Hasanuddin, Jalan Malino, Pakatto, Kabupaten Gowa, Kamis (19/2/2026).
Dalam arahannya, Pangdam menekankan, proses pendaftaran TNI AD tidak dipungut biaya alias gratis. Ia meminta para calon siswa dan orang tua tidak mudah percaya, pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Saya tidak bosan menyampaikan bahwa mendaftar TNI itu gratis, tidak dipungut biaya. Kami berkomitmen mendapatkan calon prajurit yang kompeten, memenuhi syarat, dan unggul. Maka kami tidak main-main,” tegasnya di hadapan peserta sidang.
Menurutnya, tantangan tugas TNI ke depan semakin berat dan kompleks. Karena itu, seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel untuk memastikan yang terpilih benar-benar memiliki kualitas terbaik.
Mayjen TNI Bangun Nawoko juga menyampaikan apresiasi, kepada para calon yang memiliki niat tulus mengabdikan diri sebagai prajurit TNI AD.
Ia mengingatkan, profesi tentara bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Menjadi tentara adalah profesi mulia, karena kita mewakafkan jiwa dan raga untuk keluhuran Pertiwi. Jika kalian lulus, itu buah dari perjuangan, kerja keras, serta doa kalian dan orang tua, bukan karena dibantu orang lain,” ujarnya.
Pangdam turut mengajak seluruh calon prajurit, untuk berani melawan praktik percaloan, dan segera melapor jika menemukan indikasi mafia werving dalam proses penerimaan.
Komitmen transparansi ini diharapkan, semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen TNI AD, sekaligus memastikan lahirnya prajurit-prajurit yang profesional dan berintegritas dari wilayah Kodam XIV/Hasanuddin.












