Info Kejadian Makassar

Kalla Institute Gelar Konferensi Internasional ICTISB 2025, Dorong Inovasi Teknologi dan Bisnis Berkelanjutan

 

MAKASSAR, INKAM – Kalla Institute mengawali tahun 2026, dengan langkah strategis di panggung global, melalui penyelenggaraan International Conference on Technology Innovation and Sustainable Business (ICTISB) 2025.

Konferensi internasional yang digelar secara daring ini, menjadi upaya Kalla Institute dalam mendorong kolaborasi riset lintas negara, serta penguatan publikasi ilmiah di bidang inovasi teknologi dan bisnis berkelanjutan.

Mengusung tema “Technology Innovation and Sustainable Business: Merging Digitalization with Environmental Responsibility”, ICTISB 2025 diikuti oleh 190 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi industri dari dalam maupun luar negeri.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Call for Paper, sebagai wadah pertukaran gagasan serta pengembangan riset, yang berdampak bagi masyarakat.

Rektor Kalla Institute, Syamril, menegaskan, konferensi internasional ini menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring dan kolaborasi global.

Ia berharap ICTISB 2025 mampu melahirkan ide-ide baru, kolaborasi riset, serta kontribusi keilmuan yang tidak hanya bermanfaat bagi institusi pendidikan, tetapi juga masyarakat luas.

“Kolaborasi lintas negara sangat penting untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Konferensi ini kami harapkan menjadi titik temu bagi dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman,” ujarnya.

ICTISB 2025 menghadirkan lima pembicara nasional dan internasional yang kompeten di bidangnya, di antaranya Dr. Nguyen-Anh Thu dan Yen Kieu-Thi dari Vietnam National University Hanoi, Dr. Isma Addi Jumbri dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Dr. Syamsul Rijal selaku Vice Rector for Finance and Human Capital Kalla Institute, serta Anup P. Mahajan sebagai Regional Public Engagement Specialist U.S. Embassy Jakarta.

Baca Juga  Wamenpan RB: Perintah Presiden Prabowo Agar Tidak Ada PHK Massal

Pada sesi awal, Nguyen-Anh Thu dan Yen Kieu-Thi menekankan pentingnya penerapan tiga pilar utama dalam organisasi dan institusi pendidikan, yakni Environmental, Social, and Governance (ESG), Education for Sustainable Development (ESD), serta Diversity, Equity, and Inclusion (DEI).

Ketiga aspek tersebut dinilai krusial dalam mendorong pengelolaan dampak lingkungan, tanggung jawab sosial, pengembangan SDM berkelanjutan, serta terciptanya lingkungan yang adil dan inklusif.

Sementara itu, Dr. Isma Addi Jumbri menyoroti pentingnya integrasi dunia industri ke dalam kampus, melalui pendekatan Bringing Industry to Campus.

Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman praktis sejak dini, agar siap menghadapi kebutuhan industri.

“Kampus harus menghadirkan kurikulum berbasis praktik, dosen praktisi, riset terapan, hingga proyek bisnis nyata agar lulusan memiliki keterampilan dan pola pikir profesional,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Dr. Syamsul Rijal memaparkan materi berjudul “Innovation from the East of ASEAN: Bridging Legacy & Future: Operationalizing Sustainability in Eastern Indonesia”. Ia menjelaskan peran Indonesia, khususnya Kalla Institute, dalam ASEAN Growth Triangle sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan.

Komitmen terhadap keberlanjutan telah menjadi agenda utama Kalla Institute sejak awal berdiri, mulai dari pengurangan penggunaan energi, plastik, dan kertas, hingga pelaksanaan program magang industri, kehadiran dosen praktisi, inkubator bisnis, serta riset terapan dan proyek kolaboratif.

Upaya ini didukung penuh oleh ekosistem KALLA, dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi di dunia industri maupun sebagai wirausaha.

Baca Juga  Bukan Menggusur, Wali Kota Munafri Arifuddin Tata Kota dengan Solusi Relokasi PKL

Pada sesi penutup, Anup P. Mahajan menjelaskan manfaat program American Corner yang membuka ruang pembelajaran baru, dialog lintas budaya, serta pertukaran pengetahuan, yang memperkuat hubungan people to people antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Selain mengikuti konferensi, para peserta juga berpartisipasi dalam pengumpulan makalah yang dilakukan secara daring sejak 29 September hingga 1 Desember 2025.

Sebanyak 41 paper terpilih dipresentasikan dalam sesi paralel, dan berpeluang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.

Melalui penyelenggaraan ICTISB 2025, Kalla Institute menegaskan komitmennya, untuk menjadikan konferensi ini sebagai agenda tahunan berskala global, sekaligus kontribusi nyata dunia akademik, dalam membangun masa depan bisnis dan teknologi yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO