MAKASSAR, INKAM – Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat, dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat, melalui pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP).
Hal itu disampaikan, saat mengikuti Video Conference (Vicon) bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Rabu (24/12/2025).
Dalam pemaparannya, Pangdam menjelaskan kesiapan pembentukan Yonif TP 872/Andi Djemma sebagai bagian dari Tahap III pengembangan gelar satuan Yonif Teritorial Pembangunan Tahun 2026.
Satuan tersebut diproyeksikan bertugas di Kabupaten Luwu Utara, dengan fokus utama mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kesejahteraan warga di wilayah tugasnya.
“Yonif TP bukan hanya memperkuat pertahanan, tetapi menjadi instrumen pembangunan, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ini bentuk kehadiran TNI dalam mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko dalam paparan.
Selain di Sulawesi Selatan, Kodam XIV/Hasanuddin juga menyiapkan rencana pembentukan Yonif TP di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, dengan alokasi lahan seluas sekitar 50 hektare.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan wilayah, yang mendorong TNI AD hadir sebagai katalis pembangunan, penguatan pangan, dan peningkatan produktivitas masyarakat.
Tidak hanya berhenti pada Tahap III, Kodam XIV/Hasanuddin turut menyiapkan pembentukan Yonif TP Tahap IV dan V, sebagai kesinambungan upaya memperluas cakupan pembangunan berbasis teritorial.
Pangdam menekankan, keberadaan Yonif TP di berbagai daerah menjadi konsolidasi nyata dukungan TNI AD terhadap agenda nasional, terutama pemulihan ekonomi dan stabilitas pasokan pangan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang Vicon Puskodalops Makodam itu, menjadi forum penajaman kesiapan satuan, mulai dari ketersediaan lahan, SDM, hingga kesiapan operasional. Langkah tersebut akan memastikan implementasi Yonif TP, dapat berjalan efektif dan berorientasi hasil.
Dengan konsep teritorial pembangunan, pembentukan batalyon ini diharapkan menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi produktif lainnya, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan kesejahteraan.















