Lompat ke konten utama

Info Kejadian Makassar

UNIBOS Fasilitasi Dialog Lintas Agama untuk Dukung Hukum Humaniter Internasional

MAKASSAR, INKAM — Universitas Bosowa (Unibos) kembali menunjukkan komitmennya, dalam memperkuat peran akademis dan sosial di tingkat global, dengan menggelar Workshop on Humanitarian Action Studies bertema “Exploring Religious Principles to Reduce Suffering During Armed Conflict and Enhance Respect for International Humanitarian Law”.

Acara yang berlangsung pada Kamis (28/8/2025) di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Gedung I ini, bertujuan membuka ruang dialog lintas agama, budaya, dan perspektif hukum, dalam membahas peran prinsip keagamaan, untuk mengurangi penderitaan akibat konflik bersenjata.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang yang beragam. Hadir Dr. M. Taufan B., S.H., M.Ag., M.H., dosen UIN Datokarama Palu sekaligus mantan Direktur IMMIM Makassar.

Kemudian, Agussalim Burhanuddin, S.IP., MIRAP., dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin yang juga mewakili Center for Peace, Conflict, and Democracy.

Dari kalangan pemuka agama, tampil Pendeta Dr. John C. Simon, M.Th., M.Hum., dosen Sekolah Tinggi Filsafat Teologia INTIM Makassar.

Sementara dari lembaga internasional, turut hadir Novriantoni Kaharuddin, Lc., M.Si., selaku Manajer Program Global Affairs ICRC Jakarta. Kegiatan ini dipandu oleh Ayu Kartika J. T., S.IP., M.A. sebagai moderator.

Workshop dibuka oleh Muhammad Ashari, S.IP., M.A., Kepala Program Studi Hubungan Internasional Unibos, yang dalam sambutannya menekankan, pentingnya menjadikan prinsip keagamaan sebagai celah strategis, untuk memperkuat penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, terutama dalam konteks konflik bersenjata.

Baca Juga  Veda Ega Pratama Tampil Konsisten di JuniorGP, Wujud Pembinaan Astra Honda yang Berjenjang

Ia menegaskan, studi kemanusiaan menjadi isu baru yang perlu terus dikembangkan, melalui forum-forum diskusi lintas perspektif.

Dalam kesempatan tersebut, Novriantoni dari ICRC Jakarta, menegaskan, kerja sama antara ICRC dan Unibos telah terjalin dalam berbagai kegiatan sebelumnya.

Menurutnya, studi aksi kemanusiaan yang dikembangkan Unibos sangat relevan dengan misi ICRC di lapangan, karena juga menyentuh aspek bantuan kemanusiaan dan filantropi.

Moderator acara, Ayu Kartika, menambahkan, diskusi ini lahir dari kesadaran, bahwa konflik bersenjata tidak hanya berdampak politik dan militer, tetapi juga menghadirkan penderitaan kemanusiaan yang mendalam, sementara implementasi hukum humaniter internasional masih menghadapi banyak tantangan.

Dalam sesi panel, para narasumber menyampaikan pemaparan dari perspektif yang berbeda.

Diskusi berlangsung interaktif dengan audiens yang antusias, membahas bagaimana nilai-nilai agama dapat menjadi dasar moral, untuk memperkuat penghormatan terhadap hukum humaniter internasional.

Menjelang penutupan, moderator menyimpulkan, diskusi ini berhasil membuka banyak gagasan, tentang bagaimana prinsip keagamaan dapat menjadi common ground dalam merespons krisis kemanusiaan, sekaligus membangun narasi tandingan terhadap pemahaman agama yang keliru.

Workshop ini menegaskan posisi Unibos sebagai ruang dialog terbuka, inklusif, dan progresif dalam menjawab isu-isu kemanusiaan global.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata, Unibos tidak hanya fokus mencetak lulusan kompeten secara akademik, tetapi juga berkomitmen membangun kepedulian, pada nilai kemanusiaan dan keadilan internasional.

Baca Juga  Apresiasi Eksklusif Honda untuk Pengguna Aplikasi Motorku X, Ditandatangani Pembalap Repsol
CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah