Info Kejadian Makassar

Kinerja Perbankan Sulampua Membaik di Mei 2025, OJK Pastikan NPL Terjaga di Bawah Ambang Batas Aman

MAKASSAR, INKAM – Sektor perbankan di Sulawesi Maluku, Papua (Sulampua) menunjukkan kinerja yang stabil dan positif hingga Mei 2025, didukung oleh pertumbuhan aset dan kredit yang berlanjut.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, dalam siaran pers bulanan OJK.

Menurut Moch. Muchlasin, posisi per Mei 2025, aset perbankan Sulampua mencapai Rp577,00 triliun, tumbuh sebesar 4,49 persen (yoy).

Pertumbuhan ini mencerminkan, keberhasilan koordinasi pengendalian harga, serta dukungan sektor riil yang tetap kuat.

“Pertumbuhan aset yang tercatat di angka Rp577 triliun per Mei 2025 ini, menunjukkan tren positif. Kami melihat stabilitas perekonomian regional, menjadi fondasi penting bagi sektor jasa keuangan,” jelas Muchlasin.

Di sisi kredit, penyaluran kredit perbankan di Sulampua tumbuh sebesar 5,02 persen (yoy) menjadi Rp434,77 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh dominasi penyaluran pada kredit konsumtif, sebesar Rp224,16 triliun atau 51,55 persen dari total kredit.

“Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Mei 2025, mencerminkan optimisme sektor perbankan, dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sulampua,” tambah Muchlasin.

Meskipun DPK perbankan di Sulampua mengalami perlambatan, secara umum yang disebabkan oleh penurunan signifikan pada komponen giro, Muchlasin menegaskan, DPK perbankan di Sulampua masih mencatatkan angka positif, yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan tetap terjaga. DPK tercatat Rp341,44 triliun, tumbuh sebesar 2,52 persen (yoy).

Baca Juga  Edukasi Keuangan Terpadu: Strategi Tekan Penipuan Haji-Umrah dan Praktik Ilegal

Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Sulampua tetap terjaga di level aman. NPL bruto per Mei 2025 berada di angka 2,65 persen, sementara NPL net sebesar 1,27 persen.

“NPL yang terjaga di bawah ambang batas aman ini, menunjukkan bahwa perbankan di Sulampua mampu mengelola risiko dengan baik, dan tetap proaktif dalam menjalankan fungsi intermediasi,” tegas Muchlasin.

OJK juga mencatat, likuiditas perbankan di Sulampua cukup terjaga, dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) mencapai 127,33 persen.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO