INKAM, Makassar – Dalam upaya menekan maraknya penipuan berkedok ibadah haji dan umrah, OJK bersama Bank Indonesia dan Kementerian Agama Sulsel, menggelar talkshow edukasi keuangan pada 30 April 2025.
Talkshow ini menjadi platform strategis, untuk menyampaikan informasi ke masyarakat, terkait kejahatan di sektor keuangan syariah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail, yang menyampaikan, masyarakat masih rentan terhadap penipuan, yang mengatasnamakan biro perjalanan ibadah.
Menurutnya, literasi keuangan syariah harus diperkuat, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat, terhadap perjalanan religi ke Tanah Suci.
Penipuan haji-umrah tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis karena menyangkut aspek ibadah yang sakral.
Oleh karena itu, Kemenag menekankan pentingnya memilih biro haji resmi, dan memahami skema pembayaran sesuai regulasi.
Melalui talkshow ini, masyarakat juga diberi pemahaman mengenai perizinan lembaga keuangan dan travel syariah, serta tips menghindari penawaran investasi atau tabungan umrah, yang tidak masuk akal.
OJK mendorong agar masyarakat lebih kritis, dan tidak tergiur dengan janji manis keuntungan cepat.
Kegiatan ini sejalan dengan agenda nasional, dalam memperkuat perlindungan konsumen jasa keuangan syariah, serta menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan berintegritas.
Pemerintah daerah pun didorong aktif, dalam menyosialisasikan informasi ini ke komunitas masyarakat.
Dengan kolaborasi lintas lembaga, diharapkan risiko penipuan haji dan umrah dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas literasi keuangan syariah di Sulawesi Selatan, sebagai daerah dengan populasi muslim yang tinggi.















