MAKASSAR, INKAM — Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Telkom Makassar, Tahun Pelajaran 2025/2026, resmi ditutup dengan penuh semangat dan kehangatan, pada Rabu (9/7/2025) sore.
Selama tiga hari, sebanyak 320 siswa baru menjalani proses pengenalan lingkungan sekolah, yang tidak hanya sarat informasi, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam di hati para peserta maupun panitia.
MPLS tahun ini mengusung tema “Sudah Beda Cerita”, mencerminkan transisi bermakna, dari perasaan asing menuju kebersamaan, sebagai bagian dari keluarga besar SMP Telkom Makassar.
Sejak hari pertama, peserta disambut oleh para panitia dari OSIS dan MPK yang dengan sepenuh hati, mendampingi jalannya kegiatan.
Bagi para panitia, MPLS bukan sekadar kewajiban, tetapi juga wadah pembelajaran kepemimpinan dan empati.
“Lelah itu pasti, tapi hari ini rasanya lebih dari sekadar lega. Kami belajar memimpin, tapi juga belajar memahami,” ujar Maulidya Dwi Febrianti, salah satu pengurus OSIS, yang bertugas sebagai pendamping gugus.
Ia mengungkapkan, setiap senyum dan semangat peserta, menjadi hadiah yang membayar semua lelah mereka.
Pada hari ketiga, kegiatan dibuka dengan sesi baris-berbaris di Lapangan Telkom Group, yang diikuti dengan penyampaian materi bertajuk “Kebersihan Diri, Cermin Harga Diri” oleh dr. Faradillah Farid Husain, MARS.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan, sebagai bagian dari jati diri seorang pelajar.
Setelah itu, para siswa diajak mengenal berbagai fasilitas sekolah, dan sistem pembelajaran digital khas Telkom Schools, yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang IT, Laboratorium, dan Sarana Prasarana, Nur Alamsyah Nurdin, M.Pd., Gr, serta Kaur IT, Juradin, M.Pd., Gr.
Setelah salat berjamaah di Masjid Baitul Hikmah, suasana menjadi lebih santai, saat para siswa menikmati penampilan seni dari teman-teman baru dan kakak kelas.
Aksi panggung yang meriah di aula sekolah disambut antusias, di antaranya penampilan K-Pop energik oleh Valerie Christine Aguerera Rambi, vokal solo dari Rakha Anabi Pratama dan Abhirama Akbar Subagio, serta Tari Zaman yang dibawakan oleh 32 penari dari kelas VIII dan IX.
“Ternyata sekolah bukan cuma soal pelajaran. Ada seni, ada aksi, ada ekspresi. Saya jadi makin semangat,” ujar Aqilah Azzahra Yasmine Adinatha, salah satu siswa baru yang terkesan dengan penampilan tari.
Pada pukul 15.00 WITA, kegiatan MPLS ditutup secara resmi oleh Kepala SMP Telkom Makassar, Muhamad Irjan Marsaoly.
Dalam pesannya, ia memberikan motivasi menyentuh kepada seluruh siswa baru.
“Ananda semua telah melewati masa pengenalan, bukan hanya mengenal sekolah ini, tetapi juga mulai mengenal siapa diri kalian yang akan bertumbuh di sini. Jangan takut salah, jangan takut gagal, karena sekolah ini hadir untuk mendampingi kalian tumbuh, bukan untuk menghakimi,” ujarnya di hadapan seluruh peserta dan panitia.
Sebelum pembagian kelas, perwakilan OSIS A. Zahratunnisa, turut menyampaikan kesan dan pesan mewakili panitia.
Ia menegaskan, meskipun tak sempurna dalam membimbing, seluruh panitia dengan tulus ingin para siswa baru merasa diterima dan tidak sendiri.
“Mulai hari ini kalian punya 320 teman seangkatan, 257 siswa kelas IX, dan seluruh keluarga besar sekolah yang siap berjalan bersama kalian,” ucapnya hangat.
Sebagai penutup, para siswa baru secara resmi dibagi ke dalam 10 kelas.
Prosesi pemanggilan nama satu per satu dilakukan penuh kehangatan dan antusiasme, menandai awal perjalanan pendidikan mereka di SMP Telkom Makassar.
Sorak kecil, senyum malu-malu, hingga pelukan ringan di antara siswa menjadi bukti, MPLS lebih dari sekadar kegiatan tiga hari—ia adalah gerbang awal menuju dunia baru yang penuh makna.
Tema “Sudah Beda Cerita” bukan hanya slogan, tetapi cerminan nyata perjalanan para siswa dari rasa asing menuju kedekatan, dari kecanggungan menuju persahabatan.
Sementara bagi panitia OSIS dan MPK, MPLS tahun ini menjadi ruang refleksi kepemimpinan yang dijalani dengan hati, dan menjadi kisah yang tak terlupakan dalam sejarah pendidikan mereka.












