MAKASSAR, INKAM — Bagi Wiwiek Dwi Endah, hidup itu tak lengkap tanpa eksplorasi kuliner. Apalagi kalau sudah muncul makanan viral di TikTok atau Instagram, hasratnya untuk mencoba langsung muncul.
Tapi dari sekian banyak yang dicicipi, tak sedikit pula yang bikin dia terjebak ekspektasi—alias zonk!
“Sebetulnya saya orangnya setia, fanatik sama satu tempat. Tapi kadang penasaran juga, akhirnya coba yang baru, siapa tahu cocok,” ujar Wiwiek, yang kini berprofesi sebagai Humas di salah satu perusahaan di Kota Makassar.
Alumni Magister Ilmu Komunikasi Universitas Fajar ini mengaku, kerap terjebak review manis para influencer.
Salah satu yang paling membekas, saat mencoba sop kikil yang sempat viral. Di video terlihat menggugah selera, tapi realitanya jauh dari ekspektasi.
“Pas datang, tempatnya jorok, makanannya juga nggak sesuai ekspektasi. Review di TikTok kadang memang jahat!” candanya, sambil tertawa.
Tak berhenti sampai di situ, Wiwiek juga pernah mencoba bakso kuah soto yang katanya recommended.
Dari luar tampilannya cantik dan viral di mana-mana. Namun begitu dicicipi… “Duh, rasanya aneh. Lidahku menolak,” ujar lulusan Sosiologi Universitas Sam Ratulangi Manado itu.
Cerita paling “menggelitik” datang dari minuman detoks yang sedang ramai dibahas. Influencer bilang sehat dan menyegarkan, tapi bagi Wiwiek, malah berujung ke klinik.
“Sudah tahu punya mag, masih nekat nyoba. Eh, perut langsung protes. Saya pikir sehat-sehat, ternyata lambung langsung ngambek. Kapok deh!” katanya.
Kini, Wiwiek lebih berhati-hati. Alih-alih mempercayai review digital, dia lebih memilih rekomendasi dari teman atau keluarga.
“Minimal mereka sudah benar-benar coba, dan tahu selera saya. Kalau medsos, banyak bumbu-bumbunya,” ujarnya bijak.
Petualangan Wiwiek jadi pengingat, tak semua makanan viral layak masuk mulut. Kadang yang viral cuma tampilan dan caption saja, bukan rasa sebenarnya.
Jadi, buat yang doyan kulineran—berpikirlah dua kali sebelum ikut tren. Jangan sampai berakhir di zonk.















