Info Kejadian Makassar

Menemukan Makna Bahagia: Kisah Anggraini Menjalani Hidup dengan Dedikasi dan Kreativitas

MAKASSAR, INKAM – Kalau waktu bisa diperpanjang, mungkin Anggraini, Corporate Communication Manager PT GMTD Tbk, ingin sehari punya 30 jam.

Soalnya, di antara kesibukannya bekerja, ia masih ingin menyisakan waktu untuk dua hal yang membuat hidupnya lebih berwarna: membuat kue dan mendesain.

“Sekarang sudah nggak sesering dulu, tapi kalau sempat saya masih suka bikin kue, terutama Barongko,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Barongko, kue khas Bugis berbahan dasar pisang, memang punya tempat khusus di hatinya.

Dulu, ketika sempat berhenti dari pekerjaannya di salah satu mall di kota Makassar, Anggraini malah menjadikan hobi itu sebagai usaha kecil.

“Saya jualan cake marmer, cake jadul, dan Barongko. Pokoknya, dapur rumah sempat berubah jadi toko kue mini,” kenangnya sambil tersenyum.

Cerita cintanya dengan dunia kue sudah dimulai sejak kecil. Ia belajar membuat Barongko dari Eyang, seorang perempuan yang membantu ibunya memasak di rumah.

“Eyang itu jagonya bikin kue Bugis. Dari bantu-bantu di dapur, lama-lama saya bisa sendiri. Jadi kalau ada aroma pisang kukus, saya langsung ingat masa kecil,” katanya penuh nostalgia.

Sekarang, meski sudah jarang dilakukan, Anggraini tetap punya ruang untuk kreativitas. Ia menyalurkannya lewat dunia desain grafis — hobi lamanya yang ternyata membuka banyak peluang.

“Saya mulai karier sebagai desainer grafis di Hotel Sedona Makassar, sekarang bernama Aryaduta. Dulu masih pakai CorelDRAW di komputer, sekarang cukup Canva di handphone aja, sudah bisa bikin promo perusahaan,” ujarnya bangga.

Baca Juga  Seleksi JPTP Pemkot Makassar, Danny Pomanto Tegaskan Tidak Ada Anak Emas!

Tak sekadar hobi, desain kini jadi ruang sosial baru baginya. Ia ikut komunitas kelas afiliasi desain Canva, lalu berkembang menjadi salah satu instruktur yang membantu orang lain belajar membuat karya digital.

“Awalnya ikut belajar, eh malah ketagihan dan akhirnya bantu ngajarin juga. Serunya, dari situ saya dapat banyak teman baru, dan tetap bisa produktif di luar jam kerja,” katanya sambil tertawa.

Meski hidupnya tampak sibuk dan dinamis, di balik itu ada sisi lembut yang hangat. Waktu luangnya kini banyak ia gunakan untuk merawat sang ibu yang sudah berusia 80 tahun.

“Mama tinggal sendiri di Hartako, dan nggak mau ditemani orang lain. Jadi saya dan saudara gantian jagain beliau,” ceritanya dengan suara lembut.

“Kalau bisa nemenin mama sambil bikin kue, rasanya itu kombinasi kebahagiaan yang sederhana tapi luar biasa,” tambahnya.

Bagi Anggraini, hidup yang sibuk bukan alasan untuk berhenti menikmati hal-hal kecil. “Buat saya, hidup itu harus tetap punya ruang untuk hal yang bikin bahagia. Entah itu adonan kue yang harum, hasil desain yang bagus, atau senyum mama. Semua itu yang bikin hati tetap tenang,” tutupnya dengan senyum manis.

WhatsApp Image 2026-02-05 at 17.18.42
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO