INKAM, MAKASSAR– Aktivitas investasi masyarakat Sulawesi Selatan di pasar modal, terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data OJK Sulselbar, jumlah investor yang memiliki Single Investor Identification (SID) di Sulsel mencapai 409.932 pada Maret 2025, tumbuh 19,55% secara tahunan.
Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, mengatakan, pertumbuhan jumlah investor merupakan indikator positif, terhadap peningkatan literasi dan minat masyarakat terhadap investasi.
“Kami melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat, untuk mengelola keuangannya secara produktif melalui pasar modal,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar investor Sulsel merupakan investor ritel yang aktif berinvestasi di saham, reksadana, dan surat berharga negara (SBN).
Bahkan aset reksadana dan SBN terus bertumbuh, menunjukkan diversifikasi instrumen yang semakin membaik.
OJK juga terus mendorong, agar investor pemula tidak hanya tertarik pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga memahami risiko dan prinsip investasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan edukasi pasar modal, OJK berharap dapat membangun basis investor yang kuat dan rasional.
Selain itu, Muchlasin menyebutkan, pasar modal menjadi salah satu pilar dalam pembiayaan pembangunan daerah.
Oleh karena itu, penting bagi pelaku pasar untuk mematuhi tata kelola dan regulasi yang berlaku.
OJK Sulselbar telah melaksanakan lebih dari 60 kegiatan edukasi keuangan, sepanjang Januari hingga April 2025, dengan lebih dari 500 ribu peserta, yang sebagian besar diarahkan, untuk meningkatkan pemahaman tentang produk pasar modal dan investasi digital.
“Partisipasi masyarakat dalam pasar modal, merupakan bukti bahwa inklusi keuangan kita semakin maju. Kami akan terus mendampingi masyarakat, agar investasi dilakukan secara bijak dan aman,” pungkas Muchlasin.












