Info Kejadian Makassar

Bank Indonesia Dukung Pemprov Sulsel Perkuat Ketahanan Pangan, dengan Program Mandiri Benih dan Gerakan Tanam Cabai

INKAM, MAKASSAR – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, mengambil langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan, dengan melanjutkan Program Mandiri Benih 2025, serta mendorong Gerakan Tanam Cabai di sekolah dan lahan kosong.

Langkah ini diharapkan, dapat meningkatkan ketersediaan pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Dalam High-Level Meeting TPID Sulsel, yang digelar di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (6/3/2025), Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pentingnya peningkatan pasokan pangan di sisi hulu.

Bank Indonesia mendukung percepatan penyampaian data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) penerima bantuan, serta optimalisasi program peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), dengan memanfaatkan lahan potensial yang tersedia.

Selain itu, Perum Bulog juga didorong untuk meningkatkan penyerapan gabah petani, pada periode panen raya Maret-April 2025.

Dengan optimalisasi gudang penyimpanan di Sulawesi Selatan, Bank Indonesia menilai stok pangan dapat terjaga dan harga tetap stabil.

Pemprov Sulsel juga akan berfokus pada perbaikan infrastruktur pendukung, seperti jaringan irigasi dan jalan produksi, guna memastikan kelancaran distribusi bahan pangan.

Sebagai langkah inovatif, Pemprov Sulsel akan menggerakkan Gerakan Tanam Cabai di sekolah-sekolah, serta lahan kosong milik masyarakat.

Bank Indonesia melihat program ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya ketahanan pangan.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi fluktuasi harga cabai, yang sering menjadi pemicu inflasi.

Baca Juga  Perkuat Stabilitas Pasokan dan Distribusi Pangan, Sulampua Usung Gerakan Unggulan Pengendalian Inflasi Daerah 2024

Guna menjaga stabilitas harga bahan pokok selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, pemerintah akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten/kota.

Program ini melibatkan Bulog serta distributor pangan lokal, untuk menyediakan kebutuhan pangan strategis dengan harga terjangkau.

Bank Indonesia juga meminta pemerintah daerah, aktif memantau stok pangan, serta melakukan langkah antisipatif, jika terjadi potensi defisit pasokan.

Sebagai bentuk penguatan koordinasi, Gubernur Sulsel akan menggelar pertemuan rutin dengan kepala daerah di 24 kabupaten/kota.

Bank Indonesia menilai, sinergi ini akan mendukung program ketahanan pangan secara optimal, serta menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO