INKAM, MAKASSAR – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, menegaskan, kesuksesan akademik tidak hanya diukur dari nilai dan gelar, tetapi juga dari bagaimana ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Pesan ini disampaikannya dalam acara wisuda ke-84 Unismuh Makassar, yang berlangsung pada Kamis (27/2/2025) di Balai Sidang Muktamar 47 Muhammadiyah.
“Sebagai seorang Muslim, ilmu bukan sekadar alat untuk meraih kehidupan dunia, tetapi juga jalan menuju kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat,” ujar Rakhim Nanda.
Ia mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, yang menyatakan, “Ilmu tanpa amal adalah kegilaan, dan amal tanpa ilmu adalah kesia-siaan.”
Dalam pidatonya, Rektor juga menyoroti tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, menuntut para lulusan untuk terus belajar dan berinovasi.
“Saudara telah mendapatkan bekal ilmu dan pengalaman di kampus ini, namun perjalanan belum berakhir. Teruslah belajar, beradaptasi, dan berinovasi agar menjadi pemimpin yang memiliki kontribusi nyata bagi bangsa dan umat,” pesannya kepada para wisudawan.
Senada dengan Rektor, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., yang turut hadir dalam acara ini, juga mengingatkan para lulusan, agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan keterampilan.
“Jangan berhenti di titik ini. Ilmu yang didapatkan harus terus diasah dan diaplikasikan dalam kehidupan nyata,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua, dalam perjalanan akademik para wisudawan.
“Keberhasilan hari ini bukan hanya milik wisudawan, tetapi juga milik para orang tua yang telah mendukung, mendoakan, dan berkorban demi pendidikan anak-anak mereka,”* tambahnya.
Dengan semangat ilmu dan integritas, lulusan Unismuh Makassar diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dan membangun masa depan yang lebih cerah.












