INKAM, MAKASSAR – Kota Makassar semakin memantapkan posisinya, sebagai pelopor pendidikan inklusif di Indonesia.
Hal ini terbukti dengan kunjungan Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI, yang mengapresiasi komitmen pemerintah kota, dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Dalam kunjungannya ke sejumlah sekolah inklusif di Makassar, Eka Prastama, salah satu Komisioner KND RI, mengaku terkesan dengan semangat para guru dan siswa.
“Saya melihat langsung bagaimana anak-anak dengan berbagai kebutuhan khusus, mendapatkan kesempatan belajar dan berkembang bersama teman-teman sebayanya,” ujarnya.
Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SD Monginsidi, yang telah berhasil mengintegrasikan anak-anak berkebutuhan khusus ke dalam kelas reguler.
“Di sini, saya melihat lebih dari 30 anak dengan berbagai jenis disabilitas belajar bersama dengan teman-temannya,” kata Eka.
“Ini adalah contoh nyata, bagaimana pendidikan inklusif dapat memberikan manfaat bagi semua anak,” lanjutnya.
Keberhasilan Makassar dalam menerapkan pendidikan inklusif, tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah kota.
Dinas Pendidikan Kota Makassar telah membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD), yang bertugas memberikan pendampingan dan dukungan kepada sekolah-sekolah, dalam memenuhi kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kami berkomitmen, untuk memastikan semua anak di Kota Makassar memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas,” ujar Abdul Rahman, Ketua Tim ULD Disdik Makassar.
“Dengan adanya ULD, kami dapat memberikan pelatihan bagi guru, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung pendidikan inklusif.”
Kunjungan KND RI ini menjadi bukti, bahwa Makassar telah berhasil membangun ekosistem pendidikan inklusif yang komprehensif.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia, untuk mengikuti jejak Makassar.















