Info Kejadian Makassar

Seminar Nasional TB Care di Unhas: Kampus Sehat Berperan Penting Cegah Stigma Tuberkulosis

INKAM, MAKASSAR  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melalui Himpunan Mahasiswa Epidemiologi (HIMAPID), mengadakan Seminar Nasional TB Care Youth Summit on Public Health.

Acara yang berlangsung di Baruga Baharuddin Lopa Unhas ini, mengusung tema “Optimalisasi Peran Kampus Sehat dalam Meningkatkan Awareness dan Menurunkan Stigma serta Diskriminasi terhadap TB di Lingkungan Kampus”.

Ketua Tim Pokja Kampus Sehat FKM Unhas, Dr. Wahiduddin, SKM., M.Kes., hadir sebagai pembicara utama.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan, tetapi stigma dan diskriminasi terhadap pengidap TB masih menjadi tantangan besar, terutama di lingkungan kampus.

“Kita harus mampu menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pengidap TB. Dengan edukasi yang baik, mahasiswa yang terdiagnosis TB dapat menjalani aktivitas mereka tanpa tekanan atau rasa malu,” kata Dr. Wahiduddin, yang juga menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Unhas.

Ia menjelaskan, TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Meskipun umumnya menyerang paru-paru, bakteri ini juga dapat menyerang organ lain seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Jika tidak diobati, TB bisa berakibat fatal.

Data global menunjukkan, pada tahun lalu terdapat 10,8 juta kasus TB dengan 1,25 juta kematian, di mana 46 persen kasus berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Baca Juga  Ketua TP PKK Makassar Tinjau Lorong Wisata Gembira, Agatis Farm, dan Maastricht

Dr. Wahiduddin juga menyoroti tren peningkatan kasus TB di kalangan usia produktif, terutama kelompok 15–24 tahun. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kasus TB selama lima tahun terakhir.

Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menangani masalah ini.

“Perguruan tinggi harus menjadi pusat edukasi yang memberikan pemahaman tentang pencegahan, deteksi, dan pengobatan TB. Selain itu, penelitian inovatif dan pengabdian masyarakat, harus diarahkan untuk mendukung upaya pengendalian TB,” paparnya.

Program Kampus Sehat yang dikelola FKM Unhas, menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung upaya pencegahan TB di lingkungan akademis.

Program ini menyediakan layanan kesehatan terintegrasi yang tidak hanya mencakup edukasi, tetapi juga dukungan psikososial dan kebijakan anti-diskriminasi bagi mahasiswa yang terdampak TB.

Seminar ini juga menjadi ajang diskusi penting yang melibatkan mahasiswa, akademisi, dan pegiat kesehatan masyarakat.

Para peserta diajak untuk memahami pentingnya peran kolektif, dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, bebas stigma, dan inklusif bagi pengidap TB.

Melalui langkah-langkah strategis tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam upaya pengendalian TB.

“Dengan kolaborasi yang baik antara kampus, masyarakat, dan pemerintah, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pengidap TB,” tutup Dr. Wahiduddin.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO