Info Kejadian Makassar

Pertumbuhan Solid di Sektor PVML, OJK: Risiko Kredit Tetap Terkendali

INKAM, JAKARTA –  Di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, sektor pembiayaan, ventura, dan lembaga keuangan lainnya (PVML) terus menunjukkan pertumbuhan solid.

Pada Agustus 2024, piutang pembiayaan oleh Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 10,18 persen secara tahunan (yoy), meskipun sedikit melambat dari bulan sebelumnya.

Piutang pembiayaan mencapai Rp499,29 triliun, didorong oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 10,76 persen yoy.

Di sisi risiko, kualitas pembiayaan sektor ini tetap terjaga. Rasio Non Performing Financing (NPF) gross PP turun menjadi 2,66 persen (Juli 2024: 2,75 persen), dengan NPF net tetap stabil di angka 0,83 persen.

Sementara itu, gearing ratio turun menjadi 2,34 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali yang ditetapkan oleh regulator.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, Agusman mengatakan, pertumbuhan sektor pembiayaan yang kuat ini, menunjukkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap industri.

“Kami melihat adanya optimisme di pasar, terutama pada pembiayaan modal kerja yang terus meningkat. Namun, penting bagi perusahaan untuk tetap menjaga kualitas kredit dan memitigasi risiko dengan baik,” ungkap Agusman.

Di sektor fintech peer-to-peer (P2P) lending, kinerja juga terus meningkat.

Outstanding pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 35,62 persen yoy pada Agustus 2024, dengan total pembiayaan mencapai Rp72,03 triliun.

Tingkat kredit macet (TWP90) turun menjadi 2,38 persen, menunjukkan bahwa risiko kredit masih dalam batas yang dapat dikelola.

Baca Juga  OJK: Rasio Kredit Bermasalah di Sulsel Tetap Terkendali

Agusman menambahkan, pertumbuhan signifikan di sektor fintech, menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh industri ini.

“Kami terus memantau perkembangan fintech P2P lending, dan memberikan pengawasan yang ketat, untuk memastikan bahwa inovasi keuangan ini dapat tumbuh secara berkelanjutan, namun tetap mematuhi peraturan yang berlaku,” tambahnya.

Selain itu, produk pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh Perusahaan Pembiayaan mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat, mencapai 89,20 persen yoy dengan total pembiayaan Rp7,99 triliun.

Rasio NPF gross produk ini juga menurun menjadi 2,52 persen, menandakan kualitas portofolio yang lebih baik.

Agusman menjelaskan, tren positif di sektor BNPL, merupakan respons atas meningkatnya permintaan konsumen terhadap produk keuangan yang fleksibel.

“Namun, perusahaan perlu lebih memperhatikan aspek risiko kredit agar pertumbuhan yang pesat ini tetap terkelola dengan baik,” ujarnya.

Dalam upaya penegakan ketentuan, OJK terus memantau pemenuhan kewajiban ekuitas minimum, oleh perusahaan pembiayaan dan P2P lending.

Hingga Agustus 2024, enam perusahaan pembiayaan dan 16 penyelenggara P2P lending belum memenuhi ketentuan ini.

OJK telah melakukan berbagai langkah, termasuk mendorong pemegang saham untuk melakukan injeksi modal, dan bekerja sama dengan investor strategis.

Terkait penegakan kepatuhan, OJK selama bulan September 2024 telah mengenakan sanksi administratif kepada 19 Perusahaan Pembiayaan, 12 Perusahaan Modal Ventura, dan 17 Penyelenggara P2P Lending atas pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Unismuh Makassar Loloskan 52 Judul Hibah Penelitian, dan 11 PkM dari Kemendiktisaintek

Sanksi tersebut meliputi 18 sanksi denda dan 49 peringatan tertulis.

“Langkah penegakan ini bukan hanya untuk memberi peringatan, tetapi juga untuk memastikan bahwa pelaku industri menjalankan usahanya, dengan tata kelola yang baik dan berkelanjutan. Kami berharap, hal ini akan mendorong mereka untuk lebih disiplin dan meningkatkan kinerja,” jelas Agusman.

Dengan penegakan yang ketat dan pengawasan berkelanjutan, OJK optimistis bahwa sektor PVML dapat terus tumbuh, dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.

OJK akan terus memastikan industri ini berjalan sesuai regulasi, demi menjaga stabilitas sektor keuangan.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO