Lompat ke konten utama

Info Kejadian Makassar

FIPS Universitas Bosowa dan Sekolah Mitra, Bersinergi Hadirkan Inovasi Pendidikan Berkualitas

MAKASSAR, INKAM – Mewujudkan pendidikan yang berkualitas, membutuhkan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.

Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa memperkuat kemitraannya dengan sekolah, melalui Seminar dan Lokakarya bertema “Bersinergi Bersama LPTK dalam Revitalisasi Regulasi dan Peningkatan Kompetensi Guru & Tendik yang Profesional”.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA), sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dalam peningkatan mutu pendidikan, yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026, di Ruang Theater lantai 7 Pascasarjana Menara Bosowa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Akademik dan Sistem Informasi Universitas Bosowa, Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bosowa, Nurwidyayanti, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Program Studi PGSD, Nur Ismi Tahir, S.Mat., M.Mat., Kepala Laboratorium Bahasa Universitas Bosowa, Achmad Fajar Muhammad, S.Pd., M.Pd., serta jajaran kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan Kompleks Sudirman, dan peserta seminar dari berbagai satuan pendidikan.

Momentum ini menjadi bagian dari komitmen FIPS Universitas Bosowa, sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), dalam menghadirkan kolaborasi yang berdampak bagi peningkatan kualitas guru, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta penguatan implementasi kebijakan pendidikan, yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Direktur Akademik dan Sistem Informasi Universitas Bosowa, Dr. Burhan, S.Pd., M.Pd., menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan lulusan.

Baca Juga  Unibos Masuk Klaster Utama 2026, Bukti Kualitas Pendidikan dan Daya Saing Nasional Kian Menguat

Menurutnya, kampus harus hadir sebagai mitra strategis sekolah, dalam membangun ekosistem pendidikan yang terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

“LPTK memiliki peran penting, dalam memastikan transformasi pendidikan berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah harus terus diperkuat, melalui berbagai program yang mampu meningkatkan kompetensi guru, memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sekaligus menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Universitas Bosowa terus mendorong setiap fakultas untuk memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan, sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa secara resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama UPT SPF SDN Sudirman I, UPT SPF SDN Sudirman II, dan UPT SPF SDN Sudirman IV, sebagai bentuk penguatan kerja sama kelembagaan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bosowa juga menandatangani Implementation Agreement (IA) bersama UPT SPF SDN Sudirman III, sebagai landasan pelaksanaan berbagai program kolaboratif, yang akan diimplementasikan secara langsung antara program studi dan sekolah mitra.

Ketua Program Studi PGSD Universitas Bosowa, Nurwidyayanti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, kemitraan tersebut dirancang untuk menciptakan hubungan yang saling menguatkan antara kampus dan sekolah, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Baca Juga  Uji Konpetensi Dokter Adaptab dan Resertifikasi di FK Unibos Berjalan Lancar, Diikuti 57 Peserta

Menurutnya, sekolah mitra tidak lagi hanya menjadi lokasi pelaksanaan praktik mahasiswa, tetapi menjadi ruang kolaborasi dalam pengembangan inovasi pembelajaran, penelitian, hingga peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

“Kami ingin kerja sama ini menjadi kolaborasi yang hidup, bukan sekadar dokumen administratif. Kampus dan sekolah harus tumbuh bersama, melalui berbagai program yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi guru, sekaligus memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa sebagai calon pendidik,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Program Studi PGSD Universitas Bosowa, Nur Ismi Tahir, S.Mat., M.Mat., menilai, penandatanganan Implementation Agreement menjadi langkah penting, untuk memastikan setiap program kerja sama dapat berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa implementasi kerja sama akan difokuskan pada penguatan praktik pembelajaran, pendampingan sekolah, penelitian kolaboratif, serta pengembangan berbagai inovasi pendidikan, yang sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.

“Melalui IA ini kami berharap, setiap program yang telah disepakati dapat diimplementasikan secara nyata. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, dosen memiliki ruang kolaborasi yang lebih luas, sementara sekolah mendapatkan dukungan akademik, dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pengembangan profesional guru,” ujarnya.

Turut memberikan pandangan, Kepala Laboratorium Bahasa Universitas Bosowa, Achmad Fajar Muhammad, S.Pd., M.Pd., menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan memerlukan penguatan kompetensi guru secara menyeluruh, termasuk kemampuan komunikasi, literasi, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi pembelajaran.

Baca Juga  Halal Bihalal UNIBOS dan POLTEKBOS, Perkuat Silaturahmi dalam Rangkaian Pelantikan Pejabat Struktural

Menurutnya, ruang kolaborasi seperti seminar dan lokakarya menjadi media penting, untuk saling berbagi praktik baik antara perguruan tinggi dan sekolah.

“Kolaborasi merupakan fondasi penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Ketika perguruan tinggi dan sekolah saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi, maka proses pembelajaran akan berkembang lebih cepat, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan,” tuturnya.

Rangkaian seminar dan lokakarya berlangsung interaktif melalui diskusi mengenai revitalisasi regulasi pendidikan, penguatan peran LPTK, serta strategi peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, dalam menghadapi dinamika kebijakan pendidikan nasional.

Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kebutuhan akan forum kolaboratif, yang mampu menjembatani dunia akademik dengan praktik pendidikan di sekolah.

Melalui penandatanganan MoA dan Implementation Agreement ini, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Universitas Bosowa kembali menegaskan perannya sebagai LPTK, yang aktif membangun ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi.

Sinergi yang terjalin dengan sekolah-sekolah mitra tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya berbagai inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta pengembangan calon pendidik yang profesional, adaptif, dan siap menjawab tantangan pendidikan Indonesia di masa depan.

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah