INKAM, JAKARTA – Sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) Indonesia terus menunjukkan tren positif, meskipun menghadapi tantangan ekonomi global.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset sektor perasuransian pada Juli 2024 mencapai Rp1.132,27 triliun, meningkat 1,11 persen year-on-year (yoy) dibandingkan posisi yang sama pada 2023.
Kenaikan ini terutama didorong oleh kinerja sektor asuransi komersial, yang mencatat total aset sebesar Rp911,99 triliun, naik 2,08 persen yoy.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menjelaskan, bahwa akumulasi pendapatan premi di sektor asuransi komersial tumbuh 7,38 persen yoy menjadi Rp193,06 triliun.
Premi asuransi jiwa menyumbang Rp104,30 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 2,14 persen yoy, sementara premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh lebih pesat, yakni 14,28 persen yoy, mencapai Rp88,77 triliun.
Kondisi permodalan sektor perasuransian komersial juga masih kuat. Asuransi jiwa mencatatkan Risk Based Capital (RBC) sebesar 441,17 persen, sedangkan asuransi umum memiliki RBC sebesar 317,28 persen.
Kedua angka ini jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan OJK, yaitu 120 persen, menunjukkan bahwa sektor perasuransian tetap berada dalam posisi yang aman dan stabil.
Namun, aset asuransi nonkomersial, yang mencakup BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan program asuransi untuk ASN, TNI, dan POLRI, mengalami penurunan.
Total aset di sektor ini turun 2,71 persen yoy, menjadi Rp220,28 triliun.
Meskipun demikian, sektor asuransi nonkomersial tetap berperan penting, dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, sektor dana pensiun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Total aset dana pensiun pada Juli 2024 mencapai Rp1.465,40 triliun, meningkat 8,05 persen yoy.
Pertumbuhan terbesar terjadi pada program pensiun wajib yang mencakup BPJS Ketenagakerjaan dan program tabungan hari tua untuk ASN, TNI, dan POLRI, yang mencatat aset sebesar Rp1.090,32 triliun, tumbuh 9,46 persen yoy.
Ogi Prastomiyono optimis, bahwa sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun akan terus tumbuh.
“Kami akan terus mengawasi perkembangan industri ini, untuk memastikan perlindungan konsumen dan stabilitas sektor keuangan,” ungkapnya.












