INKAM, MAKASSAR – Pasar modal di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi di wilayah tersebut.
Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melaporkan, pada Juli 2024, jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah Sulampua tumbuh sebesar 38,39 persen secara year-on-year (yoy), mencapai 904.514 SID.
Kepala OJK Sulsel Subar, Darwisman mengatakan, pertumbuhan ini merupakan indikasi kuat dari kepercayaan masyarakat, terhadap pasar modal di Sulampua.
“Instrumen investasi yang paling diminati masih didominasi oleh reksadana, yang mencatatkan porsi dan pertumbuhan tertinggi,” ujar Darwisman.
Menurut Darwisman, pelonggaran kebijakan moneter dari Bank Indonesia (BI), turut mendukung iklim investasi yang positif.
Penurunan suku bunga tidak hanya mempengaruhi sektor perbankan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.
Selain reksadana, instrumen pasar modal lainnya seperti saham dan obligasi, juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh minat masyarakat untuk melakukan diversifikasi investasi.
“Tingginya pertumbuhan SID menunjukkan, semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal,” tambahnya.
OJK berharap, pertumbuhan ini terus berlanjut seiring dengan pemulihan ekonomi global.
“Kami akan terus memantau perkembangan dan memberikan dukungan penuh bagi perkembangan pasar modal di Sulampua,” pungkas Darwisman.












